JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Maggot Potensi Pakan Ternak Alternatif Di Sitiung

Sobat tani. Pernah mendengar nama maggot? maggot atau belatung yang sering kita dengar adalah larva dari lalat buah jenis BSF (Black Soldier Fly) berwarna hitam yang terlihat seperti tawon. BSF sendiri bukanlah tergolong jenis lalat pembawa penyakit. Maggot BSF merupakan siklus pertama (bentuk larva) yang nantinya bermetamorfosis menjadi lalat dewasa. Secara umum fase metamorfosis BSF dimulai dari telur, larva, pupa, dan lalat dewasa. Larva ini lah yang sering digunakan sebagai sumber pakan ikan, unggas dan agen pengurai sampah organik. Berdasarkan berbagai literatur, maggot memiliki kandungan protein yang cukup tinggi berkisar 30-45%. Kandungan protein yang tinggi ini berpotensi untuk mengurangi penggunaan dan cost (biaya) pakan komersil seperti tepung ikan yang cukup mahal untuk pakan ayam. Apalagi sumber bahan baku pakan komersil lebih banyak dari impor.

Potensi maggot yang cukup menjanjikan ini dilirik oleh Pak Sukatno atau yang akrab disapa Mas Ping. Mas ping merupakan teknisi ternak di Kebun Percobaan Sitiung. Di masa pandemik, Mas Ping mengisi waktu senggangnya dengan melakukan budidaya maggot. Mas ping sendiri mempunyai usaha sambilan beternak ayam dan sapi. “Lumayan cukup memenuhi kebutuhan asupan protein ternak 10 hingga 50%” ujar Mas ping. Bagi sobat tani yang tertarik dengan budidaya maggot minimal untuk mengurangi biaya pakan ternaknya, berikut infografis tips praktis budidaya maggot ala Mas Ping (iwan).