JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Gubernur Lakukan Konsolidasi Pembangunan Pertanian Sumbar

Aripan, Baru-baru ini. Bertempat di Balitbangtan Balai Penelitian Buah Tropika di Aripan, konsolidasi sinergitas pembangunan pertanian Sumbar selain di hadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi,SP, Asisten II Sekretaris Daerah Sumbar Ir. Benni Warlis,MM, Kepala Balitbang Provinsi Sumatera Barat Dr. Reti Wafda, MT., Kepala BPTP Sumbar Dr. Ir. Wahyu Wibawa,MP serta kepala dinas lingkup pertanian Provinsi Sumatera Barat, kabupaten dan kota.

Dalam sambutan selamat datang Dr. Elina Masyah,MP menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang mempercayakan sebagai tempat pertemuan. H. Mahyeldi,SP menyampaikan bahwa besok ada undangan dengan Menko Kemaritiman untuk pembangunan Sumatera Barat, terkait pembangunan pertanian dan infrastruktur. Selain itu juga terkait pembangunan jalan di Mentawai guna melakukan percepatan pembangunan disana. Selain itu juga pembangunan sungai di Silokek Sijunjung, peningkatan irigasi Pasaman Barat dan Sirukam Solok sebagai bahan komunikasi dengan Menko Kemaritiman. Ada juga peluanh wakaf uang dari Islamic Developmen Bank yang bertempat di Malaysia bekerjasama dengan Bank Nagari.

Melanjutkan informasi dari Gubernur Sumatera Barat terkait food estate lumbung pangan di Pasaman Barat, perlu masukan BPTP serta UPT Kementan lainnya. Negara-negara yang sukses dalam pengendalian Covid-19 termasuk Turkey karena memiliki kekuatan pangan yaitu index kepastian ketersediaan pangan. Diranah Minang ada kebijakan rangkiang sebagai stok pangan sehingga jika ada stok padi beberapa karung di rumahnya maka rumah tangga tersebut akan tenang hatinya. Selain itu juga perlu penguatan dalam produksi eksport produk unggulan seperti manggis dan juga ada permintaan jengkol dari Jepang. Terkait visi dan misi kami selaku kepala daerah fokus pada sumber daya manusia dan kesehatan. Untuk dunia peternakan perlu pengembangan pakan ternak seperti fermentasi silase dan produk pakan lainnya. Selain itu perlu juga pengembangan beras sehat dan produk sehat lainnya. Dengan adanya jalan TOL Trans Sumatera maka jarak tempuh Padang-Jakarta hemat 8 jam sehingga terbuka pasar hortikultura termasuk Jeruk Gunuang Omeh.

Melalui sesi diskusi diberi kesempatan utusan dari unit kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kementerian Pertanian. Dalam kesempatan diskusi ini Dr. Ir. Wahyu Wibawa,MP berkesempatan menyampaikan  terkait food estate beserta usulan pembangunan pertanian di Sumatera Barat.(hre)

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 5.00 (2 Votes)