JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Notice: Undefined property: Joomla\CMS\Categories\CategoryNode::$introtext in /var/vhosts/sumbar/public/plugins/content/extravote/extravote.php on line 190

Rapat Koordinasi Percepatan UPSUS Padi, Jagung Dan Kedelai Provinsi Sumatera Barat dilaksanakan di  Gedung Sasana Karya Korem 032 Wirabradja pada tanggal 1 Februari 2018. Rakor dihadiri oleh Bpk. Ditjend Tanaman Pangan (DR. Gatot S), Danrem 032 Wirabradja (Brigjend Mirza Agus), Direktur Serealea Ditjend TP (DR. Ali Djamil), Kepala Distanhortibun Sumbar (Ir. Candra, MSi), Kepala BPTP Sumbar (DR. Chandra Indrawanto, MSc), Kasiter Korem 032 Wirabradja, BPS Sumbar, Kodim Kab/Kota Sumbar, Dinas Pertanian 19 Kab/Kota  Sumbar, Beberapa Perusahaan Perkebunan Swasta, Peneliti dan Penyuluh BPTP Sumbar, Bidang Tanaman Pangan Distan Kab/Kota, Gempita Kab/Kota Sumbar serta instansi terkait. Dirjend Tanaman Pangan menyatakan target Perluasan Areal Tanaman Baru (PATB) 2018 di Sumbar meliputi 300.000 ha untuk tanaman jagung, 200.000 ha untuk tanaman padi gogo dan 200.000 ha untuk tanaman kedelai. Diharapkan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota sudah menyampaikan CP/CL untuk ketiga komoditi tersebut pada bulan Februari 2018. Khusus untuk  tanaman jagung dilaksanakan oleh Gempita pada 11 Kab/Kota dan telah melakukan CP/CL seluas 33.614,5 Ha.

Gerakan tanam perdana serentak kedelai tahun 2017 tingkat Sumatera Barat dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2017 di Kelompok Tani Kutu Anyia Saiyo,  Jorong Sungai Sanda Nagari Lubuak Gadang Timur Kec. Sangir Kabupaten Solok Selatan. Tanam perdana kedelai ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumbar H. Nasrul Abit Dt. Malintang Panai, Anggota DPR RI, Hermanto; Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman, utusan Kementrian Pertanian; Ketua DPRD Solse,l Danrem 032 Wirabraja,  Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumbar, Kepala BPTP Sumbar (diwakili LO Solok Selatan), BPS Sumbar, Kepala Dinas Pertanian Kab. Solok Selatan, Penyuluh Kab. Solok Selatan dan  ketua Gapoktan se Kab. Solok Selatan serta petani pelaksana budidaya tanaman kedelai. Gerakan tanam serentak ini dihadiri oleh 150 orang petani pelaksana budidaya kedelai se Kab. Solok Selatan.

Pada sambutannya Wakil Gubernur Sumbar rmenyampaikan bahwa luas pertanaman kedelai untuk Provinsi Sumbar  15.000 ha,  dimana  Kab. Solok Selatan ditargetkan seluas 2.500 ha, dan ini menjadi tantangan  bagi semua pihak terkait dalam mensukseskan  program Upsus kedelai ini  dalam mencapai swasembada kedelai.  Kab. Solok Selatan  sudah memiliki luas tanam 62% dari luas tanam yang ditargetkan dan  sudah terdistribusi subsidi pemerintah pusat kepada 102 kelompok tani. Wakil Gubernur juga menjelaskan bahwa yang terpenting pemerintah akan menjaga agar harga kedelai jangan sampai jatuh. Bulog harus melakukan intervensi dengan membeli hasil kedelai dari petani, seperti yang terjadi pada bawang saat ini.

Berbagai permasalahan yang dihadapi petani tetapi pemerintah akan mengusahakan   untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi petani kedelai dan mengajak para petani untuk bersungguh-sungguh dalam menanam kedelai ini dalam rangka peningkatan kesejahteraan para petani itu sendiri. Harapan Wakil Gubernur  Sumbar agar para peneliti dari BPTP Sumbar dan penyuluh lapang  dapat mengawal teknologi budidaya tanaman kedelai ini sehingga memperoleh hasil yang maksimal.

Penanaman perdana secara serentak tanaman kedelai dilakukan secara bersama-sama oleh Wakil Gubernur Sumbar, Wakil Bupati Kab. Solok Selatan, bersama undangan lainnya.

 

Jorong Kotobaru Sungai Kalu Nagari Pakan Rabaa Utara Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) Kabupaten Solok Selatan merupakan salah satu lokasi pengembangan pertanian organik padi di Provinsi Sumatera Barat. Desa lainnya terdapat di Kabupaten Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Agam, Pasaman, Dharmasraya dan Kota Solok. Luas areal padi sawah organik pada tiap lokasi ini seluas 20 ha. Kegiatan ini mulai  dilaksanakan pada tahun 2016 yang bertujuan untuk   meningkatkan produksi padi organik di Provinsi Sumatera Barat.

Pada tanggal 9 Februari 2017 dilakukan panen perdana padi organik pada Kelompok Tani Mekar Bhakti di Jorong Kotobaru Sungai Kalu Nagari Pakan Rabaa Utara Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) Kabupaten Solok Selatan. Panen perdana dilakukan  oleh Bupati Kabupaten Solok Selatan yang diwakili oleh Asisten III Dr. Ir. Yul Amri, MS bersama dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Selatan, Kapala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Kepala BPTP Balitbangtan Sumbar, Kepala BPTPH Sumbar, Kepala BPS Solok Selatan, Pabung TNI Kabupaten Solok Selatan, Camat KPGD dan Anggota Kelompok Tani lainnya. Hasil panen berdasarkan  dari  ubinan  tanam padi organik ini 3,7 ton/ha GKP, hasil panen belum optimal karena  masih panen perdana dengan beberapa kendala seperti  hal kekurangan air dan adanya serangan hama burung.

Pada arahannya  Asisten III mengharapkan kesungguhan dari petani untuk melanjutkan usaha padi organik ini yang baru pertama kali dipanen. Harga padi organik bisa  2 kali dari harga padi non organik, sehingga nantinya terjadi peningkatan nilai tambah bagi petani organik. Disamping itu tahun 2017 ini pemerintah daerah juga akan melakukan  gerakan tanam cabe merah dan bawang merah serta jeruk Jasigo, untuk itu dibutuhkan kerja keras dari petani. Kepala  BPTP Sumbar yang diwakili Dr. Nusyirwan Hasan, MSc menyampaikan bahwa BPTP siap mendampingi semua pengembangan teknologi pertanian di Kab. Solok Selatan. Budidaya padi organik terus dikembangkan dengan mengadopsi komponen teknologi pertanian organik yang sesuai anjuran sehingga akan memperoleh hasil yang maksimal. Sementara itu Kepala BPTPH Sumbar juga menyampaikan siap melayani permasalahan hama dan penyakit yang ada di kawasan desa organik ini. Pada akhir pertemuan dilakukan makan bersama  petani dengan mengkonsumsi  nasi yang berasal dari beras organik. Kegiatan pengembangan desa organik ini akan berhasil apabila dilakukan secara terpadu dan kebersamaan yang nantinya akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta ramah lingkungan.

 

Kegiatan Gerakan Tanam (GERTAM) Serentak di Kab. Padang Pariaman di hamparan Kelompok Tani Aia Mutuih Kenagarian Lubuk Alung, Kec. Lubuk Alung pada sabtu 11 februari 2017. Kegiatan ini dihadiri oleh Ka. Distanhorbun Prov. Sumbar, Distanbun Kab. Padang Pariman, DANDIM Pdg Pariaman dan Kota Pariman, Camat serta Wali nagari dan  beberapa perwakilan kelompok tani serta penyuluh pertanian. Turut hadir  Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badanlitbangtan Sumbar Ir. Sarial Abdullah MS.

Dalam sambutannya Ka. Distanhorbun Sumbar Ir. Chandra menyampaikan bahwa kegiatan GERTAM pada UPSUS ini adalah upaya utk pencapaian swasembada pangan. Disamping itu juga disampaikan kegiatan penanaman cabay dalam polybag.

 

Upaya Khusus (Upsus) Percepatan dan  peningkatan produksi padi, untuk Kota Solok merupakan salah satu kegiatan dalam rangka mendukung kedaulatan pangan . Hal tersebut disampaikan kepala  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sumatera Barat, Dr. Ir. Chandra Indrawanto, MSc saat sambutan Pencanangan Percepatan Pengolahan Tanah Dan Tanam Serentak tahun 2017 bertempat di areal persawahan kawasan IX Korong Kelurahan Sinapa Piliang Kota Solok, Ahad 12 Februari 2017.

Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Walikota Solok, Reinier, Dandim 0309/Solok yang diwakili Kasdim, Kepala Bidang Holtikultura Pemprov Sumbar, Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Kepala OPD dilingkungan Pemko Solok, Camat sekota Solok, Ketua LKAAM dan Bundo Kanduang serta kelompok tani.

“ Mari kita gerakkan olah tanah sempurna dan tanam jajar legowo dalam rangka Upsus peningkatan produksi padi tahun 2017 di Kota Solok. Karena pangan menjadi hal yang penting bagi kita, sebab pangan merupakan salah satu ketahanan ekonomi nasional,” kata, Zul Elfian.

Menyadari fungsi dan peran penting padi tersebut, maka pemerintah berupaya untuk mewujudkan peningkatan produksi padi tahun 2016 melalui penerapan teknologi penggunaan pupuk sesuai rekomendasi, penggunaan benih bermutu, pengendalian hama terpadu dan penerapan sistem tanam padi jajar legowo.

Tanam Jajar legowo merupakan sistem tanam dengan tujuan untuk menambah jumlah rumpun dan efek tanam pinggir, Dengan jumlah rumpun bertambah, serta dengan adanya sela atau baris kosong, yang mana akan meningkatkan intensitas penyinaran matahari. Dan ini telah dibuktikan mampu meningkatkan produktivitas padi mencapai rata-rata seanyak 20 persen per tahun.