JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Ir. Atman Roja, M.Kom

 
   
Nama :

Ir. Atman Roja, M.Kom

Pendidikan : S2
Jabatan : Peneliti Utama
Bidang Keahlian :  Budidaya Tanaman
Komoditas Utama Penelitian : Lintas Komoditas
e-mail :

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Ir. Atman Roja, M.Kom mendapat gelar Sarjana Pertanian (Jurusan Budidaya Pertanian) pada tahun 1989 dari Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok Sumatera Barat. Pada tahun 2009 mendapatkan gelar Magister Ilmu Komputer (M.Kom) Keahlian Bidang Sistem Informasi dari Universitas Putra Indonesia (UPI-YPTK) Padang Sumatera Barat. Saat ini yang bersangkutan menjabat Ketua Kelompok Pengkaji (Kelji) Sumberdaya dan aktif sebagai peneliti bidang budidaya tanaman. Jabatan fungsional jenjang Peneliti Utama IVd  diperoleh sejak tahun 2016 dengan ketertarikan bidang budidaya tanaman. Sejak tahun 1987 sampai sekarang sudah melakukan penelitian sekitar 75 kegiatan. Selain itu juga aktif mempublikasikan karya tulis ilmiah dan hasil penelitian sekitar 100 judul baik sebagai penulis utama, tunggal, ataupun co-author. Aktif menulis pada surat kabar harian di Sumatera Barat (Singgalang dan Haluan) dengan tulisan sebanyak lebih dari 36 judul. Aktif sebagai penyunting pada publikasi yang diterbitkan oleh BPTP Sumatera Barat, juga penyunting buku yang diterbitkan peneliti.. Selain itu juga aktif mengikuti seminar/lokakarya/workshop baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Selain tugas sebagai peneliti, juga aktif melaksanakan kegiatan diseminasi hasil penelitian dan pengkajian berupa sebagai narasumber untuk pelatihan petani, penyuluh, dan pengambil kebijakan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, propinsi, dan nasional. Buku karyanya yang telah diterbitkan adalah: (1) Produksi Kedelai: Strategi Meningkatkan Produksi Kedelai Melalui PTT (Graha Ilmu, 2014); (2) Produksi Jagung; Strategi Meningkatkan Produksi Jagung (Plantaxia, 2015); dan (3) Produksi Gambir; Strategi Meningkatkan Produksi Gambir (Plantaxia, 2016).