JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Notice: Undefined property: Joomla\CMS\Categories\CategoryNode::$introtext in /var/vhosts/sumbar/public/plugins/content/extravote/extravote.php on line 190

Karya Ilmiah Peneliti dan Penyuluh

Produksi cabai merah di Indonesia masih rendah. Rata-rata produktivitas nasio-nal hanya 6,7 t/ha (Sumarni dan Muharam, 2005), sedangkan di Sumatera Barat rata-ratanya hanya 4,56 t/ha, jauh lebih rendah dari potensi hasil yang dapat dicapai yaitu 12-20 t/ha apabila tanaman cabai dipeliha-ra secara intensif (Duriat, 2004). Salah satu faktor penyebab rendahnya produksi cabai adalah penerapan teknologi budidaya yang kurang tepat sehingga pertumbuhan tanam-an tidak optimal serta tingginya serangan hama dan penyakit. Makalah ini telah diterbitkan dalam Prosiding Seminar Hortikultura 2008

Makalah lengkap klik disini
Lahan pekarangan cukup potensial untuk pengembangan komoditas buah-buahan tahunan. Sistem usahatani lahan pekarangan saat ini dalam bentuk campuran, muatan lahan sedang sampai padat, dan sebagian tanaman tidak produktif. Potensi luas lahan pekarangan 92.276 ha dan sebagian besar bisa dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman buah-buahan berumur panjang, seperti pisang, manggis, alpokad, sawo, jeruk, dan lain-lain sesuai agroekosistem.

Selengkapnya

Di Indonesia, pisang merupakan tanam-an rakyat yang dapat tumbuh di ham-pir seluruh tipe agroekosistem, sehingga tanaman ini menduduki posisi pertama da-lam hal luas bila dibandingkan dengan ta-naman buah lainnya (Ganry, 1990). Secara umum usahatani pisang secara intensif be-lum banyak dilakukan. Walaupun demikian, tanaman pisang mempunyai peranan pen-ting dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi dan sekaligus dapat menjadi sumber pen-dapatan bagi sebagian besar masyarakat di pedesaan.
Makalah lengkap klik disini

Hasil uji teknis dan analisis ekonomi terhadap juicer didapatkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Kapasitas mesin terbaik didapat pa-da penggunaan mesh saringan 100 yaitu 156,67 kg/jam untuk sirsak dan 97,52 kg/jam untuk terung pirus. Rendemen jus sirsak dan terung pi-rus 87,22% dan 85,90%. Densitas buah sirsak sebesar 0,750 kg/l dan densitas buah terung pirus sebesar 0,800 kg/l. Viskositas jus sirsak se-besar 6,19 cp, sedangkan viskositas jus terung pirus sebesar 8,93 cp. Ka-dar gula jus sirsak 15,9 brix, sedang-kan kadar gula jus terung pirus 11 brix.
Di bidang hortikultura, khususnya di Su-matera Barat, ada dua lembaga pene-litian yang mempunyai peran sebagai pen-cari dan penemu sekaligus pengembang inovasi teknologinya, yaitu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Balai Pene-litian Tanaman Buah Tropika (Balitbutrop). Hal itu memang sesuai dengan tugas pokok BPTP sebagai lembaga yang melaksanakan kegiatan penelitian dan perakitan teknologi tepat guna spesifik lokasi.

Makalah lengkap klik disini