JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pendampingan Kawasan Rumah Pangan Lestari  di  Sumatera Barat Untuk Lebih Lengkapnya Klik Disini

Presiden RI mengungkapkan bahwa ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga.Salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan keluarga tersebut adalah melalui pemanfaatan lahan pekarangan.Pekarangan merupakan potensi yang cukup besar sebagai sumber pangan masyarakat bila dikelola dengan baik. Tujuan pengkajian adalah: 1) Melaksanakan perbaikan (upgrading) 2 (dua) Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL) di Kota Padang; 2) Melaksanakan pendampingan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kota Padang. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain: 1) Melaksanakan perbaikan (upgrading) dengan melakukan: pelatihan, penguatan kelembagaan kelompok dan KBK, penyebaran media cetak juknis dan leaflet, pendampingan dan monitoring secara continue; 2) Melakukan pendampingan KRPL melalui narasumber pada kegiatan-kegiatan evaluasi serta sosialisasi yang dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan Prov. Sumbar dan Kantor Ketahanan Pangan Kota Padang; 3) Survey akhir untuk mengetahui tingkat pengetahuan, peningkatan jumlah peserta, penghematan rumah tangga peserta m-KRPL setelah dilakukan pendampingan 2014; 4) Pelaporan. Upgrading telah menyebabkan terjadinya pengurangan pengeluaran rumah tangga berkisar antara Rp 12.000,- sampaiRp 120.000,- per bulan atau rata-rata Rp 53.200,- per bulan. Terjadi peningkatan pengetahuan anggota dari semula berada pada tidak tahu (32,50%), kurang tahu (40,83%), dan ragu-ragu (26,67%), setelah pendampingan terjadi peningkatan pengetahuan menjadi tahu (55,00%) dan sangat tahu (33,33%) serta sebagian kecil ragu-ragu (10,84%) dan kurang tahu (0,83%). Keterampilan anggota setelah pelaksanaan pendampingan juga meningkat dari tidak terampil (20,00%), kurang terampil (70,00%) dan ragu-ragu (10,00%) menjadi sangat terampil(23,33%), terampil (62,50%), ragu-ragu (12,50%) dan kurang terampil (1,67%). Setelah kegiatan, nilai PPH  rata-rata adalah 90,85, lebih tinggi dari PPH Kota Padang yang mencapai 90,4. Pendampingan perlu dilanjutkan oleh penyuluh setempat sehingga kegiatan ini dapat lestari. Untuk lebih lengkapnya hubungi email kami: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan kemandirian pangan, pemerintah mengadakan berbagai program yang mengharuskan masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif.    Salah satu yang program yang terlaksana adalah Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) yang merupakan upaya pemerintah untuk menggerakkan kembali budaya menanam di lahan pekarangan, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Pengembangan rumah pangan ini merupakan arahan presiden RI yang ditindaklanjuti oleh Kementerian Pertanian.  Program ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan meningkatkan pola pangan harapan (PPH). Pada M-KRPL terdapat komponen Diversifikasi Pangan untuk penganekaragaman konsumsi pangan dari bahan baku pangan lokal non beras untuk peningkatan gizi keluarga.

Kegiatan Iplementasi Model KRPL Kota Sawahlunto 2014 dilakukan di desa Lunto Timur, Kecamatan Lembah Segar serta desa Santur, Kecamatan Berangin kota Sawahlunto, selain itu evaluasi kegiatan dilakukan juga di  M-KRPL yang telah dilaksanakan sejak akhir 2011.  Kegiatan dimulai sejak bulan Maret 2013 dan berakhir bulan Desember 2013.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengimplementasikan model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) pada  3 (tiga) kawasan terpilih di Sawahlunto, mendapatkan data PPH sebelum dan sesudah pelaksanaan RPL di KWT Lansek Manih, Desa Talawi Mudik dan mendapatkan data penghasilan serta persen penghematan pengeluaran peserta RPL di 3 lokasi.  Sampai akhir Desember 2013, hasil kegiatan yang didapat adalah 1). Program M-KRPL di tiga Kecamatan Kota Sawahlunto terimplementasi dengan baik, hal ini tercermin dengan terlaksananya pembangunan KBD, termanfaatkannya KBD oleh peserta, tertanamnya tanaman pangan, sayur, buah maupun lainnya di tiga Dasa Wisma peserta RPL di 3 kecamatan, Kota Sawahlunto. 2). Pada dua kecamatan peserta RPL 2013, terdapat peningkatan rata-rata nilai PPH sebesar 7,9%, dengan nilai PPH mencapai 80,7 dan 91,3 pada masing-masing Kecamatan Lembah Segar dan Berangin, sedangkan di Kecamatan Talawi PPH akhir Desember mencapai 80,1. 3). Terdapat peningkatan pendapatan peserta RPL dari tanaman sayuran yang ditanam dipekarangan, baik berupa bahan yang dikonsumsi maupun yang dapat dijual, sehingga terdapat penambahan pemasukan rata-rata sebesar Rp. 48.000,- ; Rp. 263.667 dan - Rp. 880.500,- masing-masing pada peserta RPL di Kecamatan Lembah Segar, Berangin dan Talawi.  Dengan adanya RPL terjadi penghematan pengeluaran pada masing-masing kecamatan sebesar 2,7%, 18,2% dan 59,4%. untuk lebih lengkapnya hubungi email kami: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Presiden RI mengungkapkan bahwa ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga. Salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan keluarga tersebut adalah melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Pekarangan merupakan potensi yang cukup besar sebagai sumber pangan masyarakat bila dikelola dengan baik. Tujuan Kegiatan adalah mengimplementasikan model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) pada kawasan terpilih di Kabupaten Agam. Kegiatan berlangsung dari bulan Februari sampai Desember 2013. Kegiatan dilakukan di Jorong Lundang Nagari Panampuang Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam bekerjasama dengan UPT Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kehutanan Dan Ketahanan Pangan, program Gerakan Pensejahteraan Petani dan Desa Mandiri Pangan. Pada lokasi kegiatan telah dilakukan koordinasi dan sosialisasi pada tingkat Kabupaten dan Desa serta pada masyarakat pelaksana kegiatan M-KRPL. Di Nagari Panampuang luas pekarangan dan rumah peserta kegiatan berkisar antara 24,6-233,8 m2, dimana sebagian besar (75 %) berada pada strata sempit (luas < 120 m2). Tanaman sayuran yang diintroduksikan adalah tanaman kangkung darat, bayam cabut, caisin, seledri, terung, tomat, buncis, kacang panjang, mentimun, bawang merah dan jagung manis. Untuk tanaman buah-buahan dikembangkan , pokat dan Asam sundai dan jambu biji merah. Selain itu juga  diintroduksikan tanaman rempah dan obat-obatan seperti jahe merah, binahong dan sirih merah. Implementasi pengembangan M-KRPL di lapangan yang telah dilakukan sampai saat ini adalah: (1) Disain pemanfaatan lahan pekarangan; (2) Pembangunan Kebun Bibit Desa (KBD); (3) Pembuatan rak-rak vertikultur (4) Penanaman, (5) pemeliharaan tanaman, (6) Pelatihan-pelatihan teknis (7) bimbingan teknis dan (8) Produksi tanaman sayuran di pekarangan. Model penanaman yang  diintroduksikan adalah vertikultur model rak dengan pot dan polybag serta bedengan untuk sayuran, bedengan dan polybag untuk tanaman obat-obatan dan rempah-rempahan. Untuk lebih lengkapnya hubungi email kami: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga.  Komitmen pemerintah untuk melibatkan rumah tangga dalam mewujudkan kemandirian pangan tersebut perlu diaktualisasikan dalam bentuk menggerakkan lagi budaya menanam di lahan pekarangan. Kementerian Pertanian telah menyusun suatu konsep yang disebut dengan “Kawasan Rumah Pangan Lestari” (KRPL), yang dibangun dari kumpulan Rumah Pangan Lestari (RPL).  Guna mewujudkan program tersebut BPTP ditugaskan menginisiasi dan mengembangkannya serta meningkatkan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan, salah satunya di Kota Padang Panjang. Tahapan kegiatan dimulai dengan persiapan dan koordinasi, dilanjutkan dengan  sosialisasi, baseline survey, dan pelaksanaan di lapang. Semua dilakukan bersama dengan Pemko Padang Panjang, secara partisipatif.   Kegiatan di laksanakan ditiga lokasi yaitu ; 1. Pembinaan lokasi lama RT 16 Komplek Perumahan Arafah Permai, Kelurahan Padang Reno, Kecamatan Padang Panjang Timur ; 2. Lokasi baru, RT 07, pada komplek perumahan yang sama dengan 26 peserta dan 3. Komplek Perumahan Silaing Permai, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat dengan 13 peserta.  Pelaksanaan kegiatan agak terlambat karena adanya kekhawatiran aparat setempat tumpang tindih dengan lokasi kegiatan KRPL yang dilaksanakan oleh KKP3. Setelah dilakukan pendekatan dan penjelasan maka kegiatan dapat dilakukan dengan lancar. Aktivitas dan perhatian peserta terhadap KRPL cukup bervariasi disebabkan karena perbedaan kegiatan utama setiap harinya. Peserta kebanyakan pegawai pemerintahan, guru, karyawan swasta dan ada juga pedagang. Secara umum, baik di lokasi pertama maupun lokasi kedua, model MKRPL yang diintroduksikan berjalan cukup baik walaupun tidak terlalu menonjol. Kegiatan yang diintroduksikan adalah pembuatan kebun dan rumah bibit, penanaman berbagai sayuran di pekarangan, pelatihan teknologi budidaya dan kelembagaan dan pelatihan pengolahan pasca panen. Semua kegiatan tersebut dilakukan secara berkelanjutan sejalan dengan pembinaan dan pendampingan. Ada tiga keuntungan utama dan tambah satu manfaat yang sangat berguna. Keuntungan pertama memperoleh keindahan, kedua bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan ketiga bisa mendatangkan tambahan pendapatan. Nilai plusnya adalah kesehatan yang terjamin karena selalu mengkonsumsi pangan organik. Secara umum, inisiasi dan pengembangan KRPL di Kota Padang Panjang serta keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan toga sudah berjalan sesuai rencana. Hanya saja tidak semua peserta aktif dan mempunyai prospek untuk keberlanjutan tanpa pembinaan. Untuk lebih lengkapnya hubungi email kami dibawah ini This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.