JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tujuan utama dari PSDSK adalah mengupayakan kecukupan daging untuk konsumsi masyarakat Indonesia tanpa ketergantungan impor dari luar negeri. Dewasa ini, 30% kebutuhan daging berasal dari impor daging yang menguras devisa negara. Untuk keberhasilan program ini, Pemerintah Pusat menggalakkan pengembangan sapi potong melalui program Sarjana Membangun Desa (SMD), bantuan KUPS, Bantuan Penyelamatan sapi Betina Produktif (PBP), Integrasi tanaman - ternak, dan program lainnya untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi potong. Disamping itu Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatera Barat turut menyukseskan program ini dengan melaksanakan beberapa program daerah. BPTP Sumatera Barat sebagai institusi pengkajian dari Badan Litbang Pertanian berperan penting untuk mendiseminasikan teknologi peternakan tepat guna dan mendampingi pelaksanaan PSDS/K bagi praktisi peternakan dan kelompok-kelompok peternak terutama peternak rakyat yang merupakan kelompok terbesar yang mengusahakan peternakan di pedesaan.

Secara umum, masalah utama pengembangan peternakan adalah keterbatasan produksi hijauan pakan ternak. Hasil/sisa tanaman pangan dan limbah tanaman perkebunan serta hasil ikutannya, meskipun produksinya melimpah belum banyak dimanfaatkan, disamping belum berkembangnya tanaman leguminosa pohon. Kegiatan pengkajian ini bertujuan untuk mendemonstrasikan pengaruh penggunaan pakan supplemen berbahan lokal berupa limbah jerami padi dan pakan yang berasal dari leguminosa pohon untuk pakan suplemen ternak sapi, serta pembuatan pupuk organik. Keluaran yang diharapkan adalah meningkatnya keterampilan SMD dan anggota kelompoknya, serta meningkatnya produktivitas ternak.

Demonstrasi teknologi dilaksanakan di dua lokasi dari dua kabupaten. Lokasi pertama di di Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak Kab. Lima Puluh Kota, yaitu SMD Lereng Sago yang mempunyai anggota kelompok sebanyak 16 orang. Lokasi kedua adalah Kelompok Jambak Indah di Nagari Salido, Kecamatan Empat Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Kelompok ini beranggotakan 12 orang yang dianggap sebagai kelompok binaan utama. Diharapkan teknologi yang diaplikasikan di lokasi SMD tersebut dapat dicontoh oleh peternak sekitarnya.

Hasil pengamatan menunjukkan respons positif dari perbaikan manajemen dan pemberian pakan yang berkualitas sedang, serta pemanfaatan pupuk organik pada kedua kelompok tersebut. Khusus untuk kelompok Lereng Sago, selain pembuatan pupuk organic, juga diterapkan teknologi pupuk caier yang berasal dari urin sapi. untuk lebih lengkapnya silahkan hubungu email kami: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

PERBANYAKAN BIBIT TANAMAN PERKEBUNAN DI KP SITIUNG

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan andalan di Sumatera Barat dan telah mampu memberi masukan devisa ke daerah dengan nilai ekspor 215 juta US$. Luas pertanaman kelapa sawit saat ini di Sumbar mencapai 281.162 Ha yang pada umumnya dikelola oleh perkebunan rakyat dengan tingkat produktivitas tanaman masih rendah, yaitu hanya 40–50 % dari potensi hasilnya. Permasalahan ini di sebabkan 70-80 % areal tanaman perkebunan rakyat masih menggunakan bahan tanaman (bibit) sapuan bukan bibit bermutu. Berdasarkan hal diatas maka perlu dilakukan penangkaran bibit bermutu dan mensosialisasikannya kepetani pengguna varietas unggul.

Penggunaan tanaman karet bermutu tinggi  merupakan suatu keharusan bagi usaha perkebunan karet untuk meningkatan daya saing produksi karet alam. Dengan demikian pengadaan batang karet terutama batang bawah yang akan diokulasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu kebun. Bibit karet yang umum digunakan untuk peremajaan perkebunan karet rakyat maupun swasta adalah bibit karet okulasi yang berasal dari bibit batang bawah dan bibit batang atas yang keduanya berasal dari bibit yang jelas dan unggul.

Tanaman duku merupakan tanaman buah-buahan tropis bertipe iklim basah mengandung sumber gizi yang cukup tinggi, dalam 100 gram buah duku terdapat 63 kalori , 1gram protein,0,2 gram lemak dan 16,1 karbon hydrat, 18 mg vitamin C dan 82 gram air. Dengan demikian tahun 2011 Balitbu tropika Solok berhasil menyeleksi Duku Unggul di Kab. Dharmasraya dan dikembangkan di KP Sitiung sebanyak 500 batang untuk dijadikan sumber benih.

Pada tahun 2013 ini Balai Pengkajian Tenologi Pertanian BPTP (Sumbar) di KP Sitiung telah melakukan kegiatan pembibitan 2.000 batang tanaman kelapa sawit dan 15.000 batang tanaman karet batang bawah klon PB 260, satu hektar tanaman jeruk Keprok Madura dan 0,5 hektar tanaman kacang tanah varietas Singa serta satu unit (0,5) hektar kebun induk duku. Karena pemesanan bibit kelapa sawit ke PPKS Medan harus melalui prosedur dan antrian maka  bibit kelapa sawit baru dapat dilakukan pada bulan Juli 2013 dan lansung dilakukan  pembibitan awal (Pre nursery) dan baru dapat dipindahkan ke polybag besar bulan Oktober 2013.

Saat pembuatan laporan ini bibit sawit berada dipersemaian utama berumur 3 bulan dan telah mempunyai daun rata-rata 6,67 lembar. Hasil pengamatan persentase pertumbuhan bibit  sawit di persemaian  cukup baik (96 %) artinya dari 2.000 kecambah yang ditanam, tumbuh baik 1920 batang bibit normal.

Kegiatan pembibitan  batang bawah karet dilaksanakan lebih awal (April 2013) dimana dari 20.000 biji karet yang ditanam yang berasal dari Puslit karet Sungai Putih Medan  berhasil dipindahkan kelapangan dan diharapkan minimal mendapat 15.000 bibit batang bawah dan terseleksi serta memenuhi syarat untuk dijadikan bibit okulasi.

Dimana saat ini pertumbuhannya cukup baik dan rata-rata telah mencapai ketinggian 159 cm diatas permukaan tanah dan telah mempunyai lingkaran batang rata-rata 5,4 cm, dengan telah dimulainya pembibitan kelapa sawit dan pembibitan  batang bawah karet dan juga penanaman jeruk Keprok Madura serta kacang tanah varietas Singa, duku unggulan Dharmasraya di KP Sitiung pada tahun 2013 diharapkan ada beberapa mamfaat yang diperoleh oleh pihak BPTP Sumbar (KP Sitiung) sebagai sumber penghasil PNBP, dan oleh petani perkebunan, petani pangan sebagai sumber penyediaan bibit tanaman unggul . untuk lebih lengkapn silahkan hubungi email kami: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

 

 

Laporan ini memuat kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL) kabupaten Dharmasraya, yang berlokasi di Jorong Ranah Lintas Tebing Tinggi Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya.  Kegiatan yang telah dilakukan adalah: (1) Koordinasi dan sosialisasi pada UK/UPT terkait dan kelompok sasaran. (2)  Karakterisasi kawasan pengembangan Model Kawasan Rumah  Pangan Lestari yang dilakukan melalui survai lapang dan PRA (Participatory Rural Appraisal). (3) Implementasi Model Kawasan Rumah Pangan Lestari yang telah dilaksanakan. Selengkapnya lihat disini

Badan Litbang Pertanian melalui Balai Penelitian Komoditas ataupun Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) telah menghasilkan berbagai macam inovasi teknologi pertanian baik untuk tanaman pangan, buah-buahan, sayuran, perkebunan  dan tanaman hias untuk lebih lengkap klik disini

Dari hasil penelitian Yulimasni dkk., (2003) dilaporkan bahwa penggunaan mulsa plastic mampu menekan populasi serangga aphids dan serangan penyakit antraknos serta meningkatkan hasil cabai merah secara nyata.  Penelitian lainnya dari Yulimasni (2007) pada tanaman kentang diperoleh hasil bahwa penggunaan mulsa plastic pada budidaya kentang mampu memberikan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, serangan penyakit busuk (hawar) daun lebih rendah dan produksi yang diperoleh lebih tinggi. Artikel lengkap Download disini