JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pendampingan Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional Hortikultura Komoditas Cabe (6 lokasi)

Dalam lima tahun terakhir ini, produksi cabe di Provinsi Sumatera Barat menunjukkan tendensi peningkatan yang tajam dari tahun ke tahun. Sementara itu, produktivitas cabe terlihat tendensi meningkat pada tahun 2009-2012 dan selanjutnya menurun, yaitu: 6,25 t/ha, 6,74 t/ha, 7,42 t/ha, 8,63 t/ha, dan 8,18 t/ha, berturut-turut dari tahun 2009 sampai 2013. Pada daerah sentra produksi cabe, produktivitas ini sangat bervariasi antara 5,23-12,71 t/ha. ). Produktivitas ini jauh lebih rendah dibanding potensinya yang dapat mencapai 20 t/ha. Tujuan kegiatan ini adalah: (a) Melakukan  pendampingan  dalam  rangka  meningkatkan   kemampuan dan kemauan petani untuk penerapan inovasi teknologi PTT cabe; dan (2) Meningkatkan produktivitas dan mempercepat penerapan inovasi teknologi PTT cabe.

Kegiatan ini merupakan diseminasi hasil teknologi yang dikemas dalam bentuk kegiatan “demplot dan pelatihan”. Kegiatan demplot PTT cabe dan pelatihan dilaksanakan di Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar, sedangkan kegiatan pelatihan PTT cabe dilaksanakan di Kabupaten Tanah Datar, Limapuluh Kota, Solok, Pasaman Barat, Kota Padang, dan Padang Panjang pada bulan Januari sampai Desember 2015.

Dari hasil kegiatan pendampingan pengembangan kawasan pertanian nasional hortikultura komoditas cabe sampai laporan ini ditulis dapat disimpulkan, antara lain: (1) Telah dilaksanakan sebanyak tujuh kali pertemuan dalam bentuk pelatihan dan diskusi lapang pada enam kabupaten/kota yang melibatkan sekitar 244 orang, dengan topik “Inovasi teknologi budidaya cabe”; (2) Pada lokasi demplot telah dilakukan sebanyak lima kali pelatihan yang melibatkan sekitar maksimum 40 orang setiap pelatihan. Pelatihan juga mendatangkan narasumber dari BBP2TP Bogor; (3) Teknologi existing pada tingkat petani di Kecamatan Pariangan adalah petani masih menggunakan varietas cabe lokal dengan produktivitas sekitar 5 t/ha; dan (4) Pertumbuhan tanaman terbaik adalah varietas Lotanbar, sedangkan dosis terbaik adalah 750 kg/ha.  Untuk lebih Lengkapnya Klik Disini