JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Perbanyakan Benih Sumber

Penggunaan benih bermutu dan berlabel di Sumatera Barat sebelum dilakukan bantuan benih langsung relatif masih kecil yaitu masih kurang dari 30%. Varietas unggul yang sesuai dengan preferensi konsumen yaitu yang mempunyai tekstur nasi pera relatif masih kurang, disamping harga benih tidak terjangkau oleh petani hal demikian menyebabkan rendahnya pemakaian varietas unggul dengan yang yang berkualitas. Mengingat begitu pentingnya fungsi benih dalam ketahanan pangan, maka penggunaan varietas unggul yang sesuai preferensi konsumen dan sisitem produksi benih secara berkelanjutan menjadi semakin penting. Untuk meningkatkan penyediaan benih sumber yang bermutu, maka BPTP Sumbar melakukan kegiatan perbanyakan benih padi sawah yang sesuai dengan preferensi konsumen. Kegiatan produksi benih sumber dilakukan pada lahan sawah petani dengan kriteria air irigasi mencukupi sepanjang tahun, tidak merupakan daerah endemik organisme pengganggu tanaman sebelumnya dan transfortasi lancar. Kepada petani kooperator dilakukan sosialisasi sistem dan teknologi produksi benih sumber. Pendampingan petani dilakukan mulai dari persemaian, penanaman, pemupukan dan persemaian. Sertifikasi dilakukan oleh petugas/koordinator BPSB-TPH Propinsi Sumatera Barat pada masing-masing Kabupaten/Kota yang dimulai dari pemeriksaan lapangan calon lakasi untuk menentukan kelayakan sebagai lokasi penangkran, selanjutnya pemeriksaan lapangan pada stadia anakan maksimun, stadia berbunga dan masak. Sebelum pemeriksaan petugas BPSB-TPH seleksi/rouging dlakukan oleh tim pengkaji sebanyak empat kali yaitu, saat pembentukan anakan aktif, anakan maksimum, stadia berbunga penuh dan stadia masak panen yaitu seminggu sebelum panen atau 20 hari setelah berbunga penuh. Gabah kering panen dikuasai oleh UPBS BPTP Sumatera Barat untuk menjadi calon benih. Calon benih yang telah mempunyai kadar air >12% dan daya tumbuh minimal 80% dari hasil pengujian laboratorium UPBS BPTP diajukan untuk pengujian. Realisasi produksi benih padi TA 2014 telah dihasilkan sebanyak 36.523 kg benih padi sawah dengan kuantitas kelas BD sebanyak 26.767 kg, BP sebanyak 9.481 kg dan BR sebanyak 275 kg yang merupakan turun kelas BP ke BR karena tingginya CVL dilapangan. Sebanyak 23.308 kg diantaranya telah disimpan di gudang UPBS dengan kuantitas benih sumber kelas BD sebanyak 16.867 kg dan yang terbanyak adalah varietas Batang Piaman (4.917 kg) diikuti oleh varietas Saganggam Panuah, Inpari 21 Batipuah, IR 42, Anak Daro,  dan Inpari 13 masing-masing adalah 3.820 kg, 3.104 kg, 2.140 kg, 1.800 kg dan 1.086 kg. Sedangkan kuantitas benih kelas BP adalah 6.166 kg yang terbanyak ditemui pada varietas Batang Piaman yaitu sebanyak 2.381 kg, diikuti oleh varietas Ceredek Merah, dan Inpari 21 Batipuah masing-masing sebanyak 1.933 kg,  dan 1.852 kg, serta kelas BR sebanyak 275 kg terhadap varietas IR 66. Sejumlah 13.215 kg yang sebagian besar terdiri dari varietas dengan tekstur nasi pulen dihibahkan pada penangkar sebagai mitra dengan kuantitas kelas BD sebanyak 9.900 kg dan BP 3.315 kg. Untuk lebih lengkapnya hububgi email kami: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.