JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение


Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat adalah unit pelaksana teknis (UPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badan Litbang Pertanian) di daerah yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian (SK Mentan) nomor 798/Kpts/OT.210/12/94 tanggal 13 Desember 1994.

PUAP

Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program Kementerian Pertanian bagi petani di perdesaan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraan. PUAP telah dilaksanakan mulai 2008 di bawah koordinasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-M) dan berada dalam kelompok pemberdayaan masyarakat. Bentuk kegiatan PUAP adalah fasilitasi bantuan modal usaha agribisnis untuk petani baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yang dikoordinasikan/disalurkan melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).


PSDSK

Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDS) untuk memacu peningkatan produksi ternak lokal dengan mengutamakan perbaikan aspek penyediaan pakan dan pembibitan ternak; yaitu mengupayakan peningkatan kelahiran anak setiap tahunnya di atas kebutuhan pemotongan ternak yaitu sekitar 2,5-3 juta ekor/tahun. Hal tersebut dapat dicapai dengan cara meningkatkan angka kelahiran anak sapi yang sekarang ini (hanya 21% dari populasi) menjadi minimal 60%/tahun. Untuk mempercepat adopsi inovasi teknologi program PSDSK dilakukan kegiatan pendampingan oleh peneliti/penyuluh BPTP Sumbar.


m-P3MI

Pada tahun 2011, BPTP Sumatera Barat mulai mengimplementasikan model pengembangan pertanian perdesaan melalui inovasi (m-P3MI) integrasi kelapa sawit,  jagung , dan  sapi berlokasi di Jorong Mahakarya, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat dan  m-P3MI berbasis tanaman kakao di Nagari Sikuncur, Kecamatan V koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Pada tahun 2013, BPTP Sumatera Barat melakukan penambahan lokasi kegiatan m-P3MI berbasis  padi sawah dataran tinggi pada Kawasan Pengembangan padi sawah Gunung Talang di Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Kegiatan m-P3MI ini difokuskan pada komoditas unggulan Sumatera Barat yang dikembangkan pada suatu kawasan perdesaan. Pendekatan m-P3MI dirancang untuk memperkuat program pembangunan pertanian sebagai modus diseminasi dan laboratorium lapang hasil penelitian Badan Litbang Pertanian. Percontohan m-P3MI yang dibangun pada beberapa kawasan  sentra produksi komoditas unggulan ini dapat dieskalasi ketarget lebih luas guna mendukung Program Pensejahteran Petani (GPP) Sumatera Barat pada 310 nagari sampai tahun 2015.


SLPTT

Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu  (SL-PTT) merupakan media pembelajaran langsung di lapangan bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usahatani, mengatasi permasalahan dalam rangka peningkatan produktivitas dan pendapatan petani. Dalam SL-PTT terdapat satu unit Laboratorium Lapangan (LL) yang merupakan bagian terfokus dari kawasan sekolah lapang, berfungsi sebagai lokasi percontohan, tempat belajar dan tempat praktek penerapan komponen teknologi PTT yang disusun dan diterapkan oleh kelompoktani/petani peserta SL-PTT. Pendampingan SLPTT oleh BPTP Sumbar dilaksanakan mulai tahun 2010 pada 14 kab/kota di Sumatera Barat. Pendampingan SL-PTT oleh peneliti/penyuluh BPTP Sumbar dilaksanakan melalui: Displai VUB padi sawah pelatihan PL3 dan SL petani, perbanyakan dan distribusi media cetak dan teknologi PTP serta pelaksanaan temu lapang dalam pelaksanaan pendampingan SLPTT BPTP Sumbar menunjuk LO(Liasion Officer) pada 18 kab/kota dibantu oleh peneliti/penyuluh BPTP Sumbar.


Gernas Kakao

Pengembangan komoditas kakao secara nasional tidak hanya dilakukan di kawasan Indonesia Timur (KIT) tetapi juga sudah dilakukan di Kawasan Indonesia Barat (KIB) seperti di Sumatera Barat. Pemerintah Sumatera Barat telah mengembangkan kakao secara besar-besaran dan bertekad  menjadikan Sumbar sebagai sentra produksi kakao di KIB, hal ini telah dicanangkan oleh Wakil Presiden RI pada tahun 2006 di Kabupaten Padang Pariaman.


Kawasan Hortikultura

Selain kegiatan Pengembangan Kawasan Hotikulturan melalui Perbanyakan bibit unggul kentang G1 dan G2, BPTP Sumbar juga melakukan kegiatan Perbanyakan dan Pengembangan Krisan  Tanaman Hias lainnya untuk mendukung Program Pengembangan Kawasan Hortikultura di Kabupaten Solok. Dalam mendukung pengembangan kawasan Hortikultura BPTP Sumbar melakukan kegiatan pendampingan kegiatan PKAH tanaman sayuran(cabe, kentang dan bawang merah) dan tanaman buah-buahan(jeruk) oleh peneliti/penyuluh BPTP Sumbar.



MKRPL

Percontohan pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan pada suatu kawasan untuk  memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, mengurangi belanja  rumah tangga atau meningkatkan pendapatan keluarga yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan.



KERJASAMA

Sebagai UPT penghasil Inovasi Teknologi sesuai dengan mandat Badan Litbang Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian mengimplementasikan program kegiatan peningkatan pendapatan petani melalui Inovasi Teknologi spesifik lokasi. Untuk mempercepat proses transfer Inovasi teknologi kepada pengguna/stakeholder maka perlu dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah, perguruan tinggi dan pihak swasta. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka dilakukanlah kegiatan kerjasama. Salah satu kerjasama dilakukan sejak tahun 2012 untuk pengembangan Nagari model Kakao kerjasama dengan Dinas perkebunan Sumatera Barat.


Download daftar program BPTP Sumbar Tahun 2012

Pada tahun 2015 Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melaksanakan pembangunan dan pengembangan Taman Teknologi Pertanian (TTP) di seluruh Indonesia. Salah satu TTP yang dibangun dan dilaksanakan berlokasi di Nagari Sungai Talang Kecamatan Guguak Kabupaten Limapuluh Kota. TTP Guguak mempunyai komoditas utama kakao, dimulai dari kegiatan pembibitan, perbaikan budidaya kakao, fermentasi biji kakao serta produk olahan kakao. Khusus untuk kakao dari Nagari Sungai Talang sudah berkembang satu klon kakao unggul dan telah dilepas oleh Kementerian Pertanian klon menjadi klon unggul nasional disebut “Klon unggul kakao BL-50 dengan produktivitas sekitar 4,0-4,5 kg biji kering/batang/tahun atau setara dengan 4,40-4,95 ton bii kering/ha/tahun dengan populasi tanaman 1.100 batang/ha.

Saat ini TTP Guguak telah menghasilkan 3.000 bibit kakao unggul BL-50 siap sambung pucuk dan 18.000 bibit siap tanam untuk batang bawah. Untuk perbaikan budidaya kakao telah berbuah dan kurang produktif telah dilakukan pemangkasan dan pemupukan serta sambung samping dengan kakao klon unggul tanaman kakao masyarakat kawasan TTP Guguak dan dilakukan tumpangsari dengan tanaman jagung Bima 20-URI dan cabe rawit diatara tanaman kakao. Pada lahan display inovasi teknologi telah dilakukan penanaman tanaman kakao unggul BL-50 pada bulan September 2015 dimana saat ini telah berbuah, dimana diantara tanaman kakao tersebut dilakukan tumpang sari dengan tanaman jahe dan jagung Bima 20-URI. Produk olahan kakao yang telah dihasilkan TTP Guguak berupa bubuk kakao original, minuman 3 in 1 kakao, lemak kakao dan permen kakao, dan bubuk kakao premium BL-50.

Disamping komoditi kakao pada lahan displai inovasi teknologi juga dilakukan display inovasi teknologi berupa penanaman tanaman jeruk unggul Gunung Omeh, buah naga, jagung Bima 20-URI, diantara tanaman jeruk Gunung Omeh dilakukan tumpangsari dengan tanaman terung dan cabe. Mendukung kegiatan tersebut juga dilakukan pemeliharaan ternak sapi jenis Simental dan PO untuk tujuan pembibitan sapi potong dan pengemukan oleh masyarakat sekitar kawasan TTP Guguak. Saat ini telah lahir 2 anak sapi dari jenis Simental serta kondisi bunting 6 ekor sapi PO. Untuk mendukung pelaksanaan dan pembangunan TTP Guguak serta pemasaran dari komoditas kakao tersebut telah dilakukan penumbuhan kelembagaan Badan Usaha Milik Nagari (BUM-Nag).

Subcategories