JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengolahan Cabai Segar Menjadi Tepung Cabai, Cabai Blok, Manisan Cabai Dan Cabai Giling Dalam Kemasan

Dibandingkan dengan produk segar, produk olahan cabai mampu memberikan nilai tambah hingga 80% (Winarno, 2002; Soetiarso, 2004 ). Beberapa bentuk olahan cabai yaitu cabai giling dalam kemasan, cabai tablet/blok, saos cabai, cabai kering, cabai bubuk, manisan cabai, bumbu nasi goreng dan oleoresin cabai.

Cabai tablet/blok adalah produk cabai dalam bentuk blok, kubus atau dalam berbagai bentuk yang berasal dari pengeringan cabai giling melalui perlakuan tertentu. Untuk mendapatkan tekstur yang kompak dari cabai tablet/blok, diperlukan pemberian bahan perekat, bahan tambahan lainnya sehingga produk tidak pecah dan penampilan lebih menarik.

Cabai kering merupakan olahan cabai merah segar yang telah mengalami proses pengeringan sehingga terjadi proses pengeluaran atau penghilangan sebagian air dari bahan tersebut dengan menggunakan energi panas. Pengeringan pada dasarnya pengurangan kadar air bahan hingga bakteri pembusuk tidak dapat hidup dan kerusakan dapat ditekan. Proses pengeringan tidak selalu air dalam bahan diturunkan serendah mungkin, tetapi sampai dibawah nilai aw (available water) minimum. Tiap jasad renik membutuhkan aw minimum yang berbeda-beda, yaitu berkisar 0,60-0,91 (Novary, 1996).

Tepung cabai merupakan pengolahan lanjutan dari cabai kering, diperoleh dari pengeringan, penggilingan dan pengayakan cabai merah kering. Pengolahan tepung cabai memberikan keuntungan diantaranya adalah memperkecil tingkat kerusakan, meminimalkan biaya distribusi, meningkatkan daya simpan dan daya guna terutama dalam penyediaan bahan baku industri (Desrosier, 1988 ; Hartuti dan Sinaga 2001). Tepung cabe dimanfaatkan sebagai bahan baku industri macaroni, bihun, mie, kecap, kerupuk, emping, bumbu masak, pati, dan industri pelumatan buah-buahan serta sayuran dan di tingkat industri moderen dapat diekstraksi menggunakan pelarut organik menjadi oleoresin.

Manisan cabe adalah buah cabe yang diawetkan dengan gula. Tujuan pemberian gula dengan kadar yang tinggi pada manisan cabe, selain untuk memberikan rasa manis, juga mencegah tumbuhnya mikroorganisme (jamur, kapang). Cabe yang paling baik untuk dibuat manisan adalah cabe merah yang ukurannya besar dan berdaging tebal (Iswari).