JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Manfaatkan Pekarangan Sebagai Sumber Gizi

Pekarangan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari, karena dapat dijadikan sebagai sumber bahan makanan seperti sayuran, buah-buahan, bumbu dapur, obat-obatan tanaman hias  serta ternak dan ikan bila memungkinkan

Pekarangan dapat diartikan sebagai sebidang tanah disekitar rumah yang mempunyai batas-batas yang jelas dan bisa diusahakan secara sambilan. Dalam beberapa istilah pekarangan sering juga disebut sebagai lumbung hidup, warung hidup dan apotik hidup. Kenapa demikian ?

Disebut lumbung hidup karena sewaktu-waktu persediaan makanan pokok seperti beras dan jagung habis, maka di pekarangan dapat diperoleh bahan makanan pengganti seperti ubi jalar, singkong, talas dll. Sedangkan pekarangan sebagai warung hidup karena bila suatu saat persediaan uang belanja habis atau tidak ada penjual sayur, maka kita dapat memperoleh macam-macam sayuran di pekarangan. Demikian juga pekarangan sebagai apotik hidup, karena dari pekarangan bisa kita peroleh bumbu dan obat-obatan seperti temulawak kunyit, kumis kucing kejibeling sirih dll.

Gizi dan Pekarangan

Gizi yang dibutuhkan tubuh adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin mineral dan air. Gizi ini sangat penting artinya bagi pertumbuhan karena dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mental seseorang. Adapun usaha yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan gizi ini adalah

-       Menyusun makanan keluarga sehari-hari agar mempunyai nilai gizi yang baik

-       Memperoleh bahan makanan tersebut dengan memanfaatkan lahan pekarangan

Gizi yang dibutuhkan tubuh yang sumbernya bisa kita peroleh dari pekarangan antara lain

1.  Karbohidrat

Tanaman yang mengandung karbohidrat tinggi yang dapat kita peroleh di pekarangan adalah jagung, ubi kayu, ubi jalar, pisang dll

2.  Protein

Protein terdiri dari dua golongan yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani dapat diperoleh dari pekarangan dengan memelihara ternak dan ikan seperti ayam itik, puyuh, kambing, domba dan kelinci. Sedangkan protein nabati bisa diperoleh dengan menanami pekarangan dengan tanaman kacang-kacangan seperti kedelai , kacang panjang, kacang tanah, kacang buncis, kecipir dll.

3.  Lemak

Lemak juga terdiri dari dua golongan yaitu lemak hewani dan lemak nabati Lemak hewani dapat diperoleh dipekarangan dengan memelihara ternak dan ikan seperti ayam, itik puyuh, kambing dan domba  Sedangkan lemak nabati diperoleh dengan menanami pekarangan kelapa, kacang-kacangan, adpokat dll

4.  Vitamin dan mineral

Vitamin dan mineral diperlukan dalam jumlah yang sedikit oleh tubuh, tetapi fungsinya sangat penting sekali. Vitamin dan mineral ini dapat diperoleh dari pekarangan dengan menanami pekarangan dengan buah-buahan dan sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, caisin, jambu biji jeruk, mangga dan sirsak.

Mengatur Pekarangan

Dalam mengelola pekarangan, lebih dahulu harus dibuat rencana, tanaman apa yang akan ditanam dan ternak apa saja yang akan kita pelihara, kemudian bagaimana penerapannya di pekarangan. Hal ini penting diperhatikan agar tidak sembarangan dan asal tanam saja tanpa memperhatikan segi kesehatan dan keindahan.

Pada dasarnya lahan pekarangan dapat dibagi 4 kategori     yaitu (1) pekarangan yang ukuran kecil yang luasnya kurang dari 120 m² disebut pekarangan sempit, (2) ukuran 120 s/d 400 m² disebut pekarangan sedang, (3) pekarangan yang berukuran 400 s/d 1.000 m² disebut pekarangan luas dan (4) pekarangan yang berukuran lebih dari 1.000 m² disebut pekarangan yang sangat luas.

Untuk lahan pekarangan yang sempit (kurang dari 120 m²) dapat ditata dengan sistem verticulture yaitu: dengan memanfaatkan halaman semaksimal mungkin di mana tanaman ditata sedemikian rupa secara vertikal  sehingga indeks panen persatuan luas dapat dilipat gandakan.Selain itu tanaman dapat juga ditanam pada bak-bak tanaman yang diatur bertangga serta pot-pot gantung yang mengisi semua ruangan. Tempatkanlah tanaman yang tidak tahan panas di bagian bawah dan tanaman yang lebih suka panas di bagian atas.

Untuk pekarangan ukuran sedang dan pekarangan luas penataannya dapat dilakukan sebagai berikut:  Halaman depan yang berhubungan langsung dengan jalan umum sebaiknya ditanami dengan tanaman yang dapat memberikan kesan indah seperti tanman hias dan buah-buahan  Halaman samping kiri dan kanan digunakan untuk bedengan tanaman pangan, sayur-sayuran, obat-obatan dan kolam ikan. Sedangkan halaman belakang dapat juga ditanami dengan tanaman bumbu dapur, kandang ternak, tanaman industri dan tanaman sayuran.

Tanaman yang dipilih untuk ditanam di pekarangan adalah tanaman yang banyak mengandung  mengandung protein, vitamin dan mineral.  serta berumur pendek, mudah tumbuh dan mudah pemeliharaannya. Sifat fisik tanaman perlu diperhatikan karena tanaman tersebut ada yang tinggi dan ada yang rendah begitu juga dengan perakarannya perlu juga diperhatikan,karena   berguna untuk mengatur sinar matahari, kelembaban serta   keindahan.  Jenis tanaman yang ditanam perlu disesuaikan dengan rasa/selera kita serta kandungan gizinya. Lahan pekarangan sebelum ditanami sebaiknya dipagar dahulu dengan tanaman yang dapat menghasilkan agar  tidak dirusak oleh hewan ternak.

Teknik Penanaman Sayuran di Pekarangan

1.  Persemaian

Tanaman sayuran seperti cabe, terung, tomat. seledri, caisin dan selada sebelum ditanam terlebih dahulu disemaikan pada wadah persemaian yang ditempatkan pada tempat  terlindung dari sinar matahari langsung dan air hujan.  Tanah persemaian terdiri dari campuran tanah olah yang halus dicampur pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1. Biji tanaman sayuran tersebut sebelum disemaikan direndam dulu pada air hangat kuku (±50 o C) selama 1 jam dan diangin-anginkan sampai benih tidak lengket lalu benih tersebut disebarkan merata pada media kemudian ditutup tanah tipis-tipis. Bibit tanaman bisa dipindahkan /ditanam di polybag atau bedengan apabila bibit sudah mempunyai daun antara 4-5 helai.

2.  Penanaman

Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah subsoil (20 cm kebawah)  dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1. Sebelum  digunakan media harus dibersihkan dari bahan yang masih utuh (belum lapuk). Kemudian dimasukkan dalam wadah penanaman seperti talang atau polybag. Penanaman dilakukan pada sore hari atau pada pagi hari dengan memasukkan tanaman sampai batas leher akar.

3.  Pemeliharaan

Pemeliharaan tanaman perlu dilaksanakan seperti penyiraman, penyiangan dan pemupukan. Penyiraman dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore hari sedangkan penyiangan dilakukan 1-2 minggu sekali tergantung banyaknya gulma yang tumbuh.  Pemupukan dilakukan dengan pupuk cair dengan cara mencairkan pupuk grandular seperti NPK sebanyak 1 gram dicairkan dalam 1 liter air lalu cairan pupuk diberikan di sekitar tanaman sebanyak 100-250 cc pertanaman, tergantung pada umur tanaman dengan interval 1-2 minggu  sekali

4    Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman sayuran adalah ulat daun, kumbang daun, kutu daun, penyakit busuk daun dan akar. Pengendalian dilakukan secara konvensional/mekanik. Hindari pamakaian pestisida dan bila terpaksa gunakan pestisida dengan selektif dan bijaksana, pemakaian dihentikan 2 minggu menjelang panen

1.   Panen

Tanaman sayuran dapat dipanen antara umur  20-60 hari, pemanenan dapat dilakukan dengan cara mencabut seluruh tanam, memotong pangkal batang dan ada juga yang memetik daunnya satu persatu. (Ermidias)