JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Advokasi Inovasi Teknologi Feati di Kabupaten Solok Selatan

Advokasi inovasi Teknologi FEATI di Sumatera Barat, dilaksanakan di Kabupaten Solok Selatan, pada tanggal 24 Oktober 2012, dihadiri oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, yang diwakili Ka BBP2TP Dr. Kasdi Subagyono, M.Sc., Gubernur Sumatera Barat Prof.Dr. Irwan Prayitno, M.Sc., Wakil Bupati Solok Abdurrahaman SH MH, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat Ir, Djoni, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat Ir. Edwardi, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Ketua Koisi IV DPRD Sumatera Barat, Kepala SKPD se kabupaten Solok Selatan.


Program FEATI adalah program penyuluhan yang dikelola oleh petani, yangtelah dilaksanakan sejak 2007, dan akan berakhir 2012 ini. Di akhir tahun ini diadakan advokasi untuk diserahkan kepada Pemda Provinsi dan Kabupaten pelaksana FEATI. FEATi dilaksanakan pada 190 buah UPFMA/desa di 5 Kabupaten di wilayah provinsi Sumatera Barat, yaitu Kabupaten Solok Selatan 40 UPFMA/desa, Kabupaten Solok 40 UPFMA/desa, Kabupaten Limapuluh Kota 40 UPFMA/desa, Kabupaten Padang Pariaman 40 UPFMA/desa dan Kabupaten Pesisir Selatan 30 UPFMA/desa.


Kelompok Tani POT Karya Muda yang tergabung dalam UPFMA Maju Bersama Bangun Rejo yang telah melakukan program FEATI, terlihat telah berkembang dengan baik. Bambang Sugiharto, Ketua UPFMA Maju Bersama Bangun Rejo, dalam kata sambutannya pada Advokasi Inovasi Teknologi itu mengatakan, para petani di kelompok tani POT Karya Muda, telah mengikuti pembelajaran tentang agribisnis ternak sapi, yaitu ternak sapi potong, sejak awal FEATI dilaksanakan. Pada awal program FEATI, kelompok baru mempunyai 11 ekor sapi dari 20 orang anggota. Saat sekarang, Kelompok Tani POT Karya Maju telah memiliki 260 ekor sapi dan telah mampu menghasilkan kompos pukan sapi 20 ton setiap minggunya. Otomatis pendapatan dan kesejahteraan anggota kelompok menjadi lebih baik. Bambang mengucapkan terimakasih atas program yang telah diberikan pemerintah pada kelompoknya.


Sementara itu, Dr. Kasdi Subagyono, yang mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian, mengatakan, Pemerintah sejak tahun 2007 melalui Kementerian Pertanian dengan bantuan dana dari Bank Dunia telah melaksanakan Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Infomasi pertanian  (P3TIP) atau Farmer Empowerment Agricultural Throught Technology and Information (FEATI) . Progam ini dilakukan melalui pemberdayaan tani dalam mengakses informasi, teknologi, modal serta sarana produksi, dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteaan petani. Pelaksanaan FEATI di Sumatera Barat, merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia, karena telah dapat menumbuhkan embrio-embrio agribisnis di tingkat petani.

Di Kabupaten Solok Selatan awal pelaksanaan kegiatan FEATI, dari hasil kajian Farming Systen Analisys oleh BPTP Sumatera Barat, terdapat dua komoditas unggulan yang perlu mendapat sentuhan teknologi, yaitu ternak sapi dan benih padi sawah.


Sistim penggemukan sapi potong saat itu masih konvensionil, dengan tambahan berat badan 0,5kg/ekor/hari. Kandang ternak masih berdekatan dengan rumah, bahkan ada yang menempel ke dinding rumah, kotoran ternak serta limbahnya masih berserakan sehingga menjadi tidak sehat.
Pembelajaran tentang pemberian pakan dari bahan lokal berupa ampas tahu pada ternak sapi kelompok tani, telah memberikan keuntungan komparatif yang lebih tinggi, dan dapat meningkatkan berat badan sapi sebesar 1,2 kg/ekor/hari dalam masa penggemukan 6 – 8 bulan. Sedangkan pemberian pakan secara konvensionil hanya mampu menambah berat badan 0,5 kg/ekor/hari dalam masa penggemukan 12-18 bulan. Selain itu, dari limbah ternak berupa faeces dan urine, dapat pula memberikan kontribusi pendapatan petani yang signifikan dari kompos dan pestisida. Satu ekor sapi bisa menghasilkan 8 kg kompos sehari dengan harga Rp. 400,-/kg (Rp. 864.000 /tahun). Di kecamatan Sangir saja, terdapat 4.000 ekor ternak sapi, menghasilkan 24.000 kg kompos, berarti dapat menghasilkan tambahan pendapatan petani Rp. 9.600.000 /hari.


Selain itu benih unggul padi sawah, dinilai sebagai titik ungkit untuk meningkatkan pendapatan petani. Hal ini didasarkan atas kendala utama untuk meningkatkan produdksi padi di kabupaten Solok Selatan, tidak tersedianya benih unggul bermutu. Hasil Farming system analisis yang telah dilakukan BPTP Sumbar, merupakan dasar dalam mendisain pembelajaran bagi petani yang dikelola UP-FMA di daerah itu.
Dari hasil pembelajaran mendapatkan benih padi unggul bermutu, di Solok Selatan telah telah berkembang 11 buah pengkar benih yang tergabung dalam UPFMA Kurniah, Gapoktan S3 Makmur. Sampai dengan Oktober 2012, kelompok Tani Penangkar benih yang tergabung  dalam UP-FMA Kurnia telah mampu menghasil 60 ton benih padi unggul bermutu dengan mensuplay daerah Solok Selatan sendiri dan daerah tetangga.


Sementara itu Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman SH MH, mengatakan, Kegiatan FEATI ini telah dapat dijadikan momentum pembangunan pertanian khususnya di Kabupaten Solok Selatan. Sektor pertanian telah mendatangkan income yang tinggi di Solok Selatan.  Bupati mengharapkan semua SKPD yang ada di Kabupaten Solok Selatan, harus tetap gigih membina petani meningkatakan usaha dan pendapatannya. Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah mengalokasikan kegiatan FEATI di kabupaten Solok Selatan.


Gubernur Sumatera Barat, Prof.Dr. Irwan Prayitno, dalam kata sambutannya mengatakan, tugas pemerintah adalah untuk mensejahterakan masyarakat. Banyak sekali bantuan pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat ini, salah satunya adalah program FEATI yang telah ikut meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Gubernur berharap semua SKPD dapat melakukan program yang telah dibuat dan kepada masyarakat tani, khususnya kelompok, dapat membantu pengembangan program yang telah ada tersebut.


Bersamaan dala acara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, menyerahakan buku 300 paket teknologi kepada gubernur Irwan Prayitno, dan buku Paket Teknologi Spesifik Lokasi kabupaten Solok Selatan Kepada Wakil Bupati Abdul Rahman. Selain itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyerahkan pula paket bantuan Kontingensi kepada 880 kelompok tani untuk 22.000 ha dalam peningkatan produksi dan peningkatan indek pertanaman, masing sebesar Rp 57.400.000,00/ha.  Kabupaten Solok selatan Selatan menerima 1.000 ha. (Ahmad Syufri)