JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Semut Hitam, Musuh Alami Hama Penggerek Buah Kakao

Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) dapat menurunkan produksi lebih 80% bila tidak dilakukan pengendalian sama sekali. Hasil penelitian dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember melaporkan bahwa Semut Hitam (Dolichoderus thoracicus) merupakan cara pengendalian biologi yang memiliki prospek untuk dikembangkan dengan biaya murah, aman bagi lingkungan dan berkesinambungan.

Semut hitam banyak dijumpai di pohon rambutan, sirsak, kelapa, dan sebagainya. Semut ini tidak menggigit, hanya kadang-kadang mengeluarkan asam semut yang terasa pedas apabila mengenai mata. Ciri khas spesies ini apabila istirahat seolah-olah seperti duduk dengan bagian perut berada menempel pada bagian batang. Semut hitam dewasa pekerja berukuran 4-5 mm dan biasanya berasosiasi dengan kutu putih (Cataenococcus hispidus). Oleh karena itu jenis semut ini kurang berbahaya bagi pekerja kebun.

Hal yang perlu dicermati adalah bagaimana cara pemapanan semut hitam di kebun kakao. Serangga ini termasuk serangga yang hidup berkelompok sehingga mendominasi lingkungan perkembangbiakannya. Biasanya bila ada kelompok serangga lain atau jenis semut lain yang mendiami tempat yang sama, pasti akan diusir atau akan saling menyerang sehingga yang bertahan hanya satu jenis semut saja. Untuk mempercepat pemapanan semut hitam dan menjaga populasinya tetap tinggi, perlu dilakukan introduksi kutu putih pada pertanaman kakao tempat pengembangbiakan agar terjamin makanannya dari embun madu yang dikeluarkan kutu putih. Disamping itu juga perlu dibuatkan sarang dari daun kelapa kering yang telah diikat atau daun kakao kering yang ditempatkan di dalam kantong plastik.

Setelah pemapanan semut hitam berhasil dilakukan perlu dilakukan pemeliharaannya dengan tidak menyemprotkan insektisida pada lokasi pengembangan semut hitam, menghilangkan koloni jenis semut lain selain semut hitam, pembaharuan sarang setidaknya 6 bulan sekali, inokulasi kutu putih secara terus menerus pada pohon kakao.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semut hitam disamping dapat mengendalikan hama PBK, buah kakao yang diselimuti oleh semut hitam ternyata tidak disukai oleh hama tikus dan tupai. Hal ini berdampak menaikkan nilai jual biji kakao karena pengendalian hama tidak menggunakan pestisida.

Sumber : Pusat Penelitian Kopi dan Kako Jember