JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sukarami - (23/05), BPTP Balitbangtan Sumatera Barat mengadakan Tarhib Ramadhan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 Hijriah. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala BPTP Balitbangtan Sumatera Barat Dr. Ir. Chandra Indrawanto, MSc, Kasubag Tata Usaha, Ketua Kelti/unit kerja, peneliti, penyuluh, teknisi, karyawan dan karyawati keluarga besar BPTP Balitbangtan Sumatera Barat.

Bulan ramadhan adalah bulan yang berkah, bulan yang penuh rahmat dan bulan maghfiroh. Ibadah puasa adalah ibadah yang unik karena hanya kita dan Allah SWT saja yang mengetahui. Hal tersebut bisa kita raih ketika kita menjalankan apa yang diperintahkanNya dan menjauhi segala laranganNya. Pada saat melakukan ibadah puasa nanti diharapkan tidak mempengaruhi kinerja justru akan lebih baik jika kita meningkatkan kinerja karena kerja di bulan puasa dinilai sebagai ibadah yang amalnya berlipat ganda ujar Chandra dalam acara silaturrahim dan tarhib ramadhan 1438 H dengan mengangkat tema “Dengan Spirit Ramadhan, Kita Tingkatkan Amal Ibadah, Kepedulian dan Kinerja Untuk Tercapainya Ketaqwaan dan Kesuksesan Dunia Akhirat”

Muhammad Ridho Nur, Lc, MAg ( Wakil Ketua IKADI Sumatera Barat) menyampaikan Marhaban ya Ramadhan, Mari kita sambut ramadhan dengan hati yang lapang. Bergembira menyambut bulan suci ramadhan karena pada saat bulan ramadhan amal ibadah yang dilakukan akan dilipat gandakan oleh Allah. Hidayah itu mahal dan lebih mahal lagi memelihara hidayah. Mari bekerja dengan hati-hati dan beramal dengan sepenuh hati sehingga buahnya akan terasa diluar bulan ramadhan. Hikmah bulan ramadhan: 1) Menjemput amal-amal yang tertinggal 2). Menjemput bacaan Al-quran yang tertinggal 3). Bulan produktivitas bagi orang-orang yang beriman, ujarnya.

Acara diakhiri dengan saling bermaaf – maafan antar karyawan/ti BPTP Balitbantan Sumatera Barat. Selain itu kita harus optimis menyambut ramadhan dan bersyukur serta menjaga kesehatan tubuh agar bisa fit menjalani ibadah puasa.(mlh)

Pembukaan Pekan Nasional (Penas) Petani  Nelayan ke XV dilaksanakan di  Stadion Harapan Bangsa,   Lhong Raya Banda Aceh pada tanggal 6 Mei 2017. Pembukaan Penas Petani dan Nelayan ke XV ini dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Mentri Perdagangan serta Gubernur/Walikota diseluruh Indonesia. Penas Petani dan Nelayan yang digelar merupakan forum pertemuan antara petani-nelayan dan hutan sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, tukar menukar informasi dan pengalaman.  Selain itu guna pengembangan kemitraan dan jejaring kerja sama antara para petani-nelayan dan hutan, peneliti, penyuluh, swasta dan pemerintah. BPTP Balitbangtan Sumatera Barat sebagai peserta peninjau berpartisipasi dalam pameran produk-produk pertanian pada stand Pameran Pemda Provinsi Sumatera Barat dan stand Pameran Deptan RI dengan berbagai produk olahan Kakao, gambir, kopi dan berbagai varietas padi dan jagung serta menampilkan brosur dan leaflet berbagai aket teknologi hasil penelitian. Gubernur Sumatera Barat yang menerima tanda kehormatan  Gelar Tanda Jasa Satya Lencana Pembangunan bidang Pangan oleh Presiden RI Joko Widodo juga mengunjungi stand pameran Sumatera Barat dan stand Deptan RI. BPTP Balitbangtan Sumatera Barat yang hadir dalam pembukaan Penas Petani Nelayan ke XV  Ka. BPTP Balitbangtan Sumbar, Kasubag TU, Ka Lab. Diseminasi dan Penanggungjawab pameran serta 3 orang Penyuluh. Berbagai gelar teknologi ditampilkan dari komoditi Perkebunan, Pangan, hortikultura, Pasca Panen serta Komoditi Peternakan dan Perikanan. Penas Petani dan Nelayan yang ke XV ditutup pada tanggal 11 Mei 2017. Hasil-hasil dari Penas digunakan sebagai bahan pengambilan kebijakan serta perumusan program pembangunan oleh Kementerian Pertanian RI. Penas Petani dan Nelayan yang ke XVI telah diputuskan di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2020 (DA)

Bertempat di Balairung 99 Pemko  Solok, Kamis siang dilaksanakan rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kota Solok 2017 yang dihadiri langsung oleh Walikota selaku Ketua DKP, Wakil Walikota, sekretaris dan anggota DKP Provinsi Sumbar, BPTP, Balitbutrop dan KP Laing, anggota DKP Kota Solok, dan pemuka masyarakat setempat, serta jajaran (OPD) terkait dengan pengembangan kawasan Kota Solok. Tema rakor adalah “Percepatan Pengembangan Nagari Mandiri Pangan dalam rangka Mendukung Agrowisata sesuai Potensi dan Unggulan Kawasan Kota Solok”, dibuka Wakil Walikota dan sekaligus menjadi narasumber utama bersama sekretaris DKP Provinsi/Kepala Dinas Pangan Sumbar.

Wakil Walikota menyebutkan bahwa posisi Sumbar walaupun tidak punya sumberdaya alam berupa bahan tambang, tetapi diuntungkan oleh kekayaan  alam yang indah dibanyak tempat, termasuk salah satunya di Kota Solok, tepatnya di kawasan Payo Kelurahan Tanah Garam. Potensi ini harus dikembangkan guna meningkatkan ekonomi masyarakat, sehingga angka kemiskinan dapat ditekan, kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi meningkat. Salah satu komoditas perkebunan yang cukup terkenal sejak zaman Belanda adalah kopi yang eksis sampai sekarang dan berpeluang sebagai icon agrowisata.

Kadis Pangan/Sekretaris DKP Provinsi menyebutkan bahwa Nagari  Model Mandiri Pangan telah tertuang dalam RJPMD Sumbar dan RKPD kabupaten/kota. Hal ini merupakan payung hukum dan menjadi komitmen bersama dalam membangun dan mengembangkan beberapa kawasan terkait dengan pangan dan agrowisata.

Diakhir rakor, Wako Solok menekankan lagi komitmennya dalam membangun kawasan agrowisata Payo dengan dukungan bersama OPD terkait tingkat Provinsi, dan ingin memposisikan Kota Solok sebagai jantungnya Provinsi Sumatera Barat, dan sekaligus menyatakan kesiapan Kota Solok menjadi bagian tuan rumah Penas XVI tahun 2020.

Acara dilanjutkan dengan kunjungan peserta rakor ke kawasan Payo yang berjarak sekitar 5 km (kondisi jalan hotmix) dari Balairung 99, terlihat bahwa masyarakat setempat sangat antusias dalam menerima kunjungan peserta rakor. Di Kawasan Payo selain view yang menarik, juga terdapat situs “batu patah”, serta mulai berkembangnya budidaya bunga krisan yang diintroduksi Dinas Pangan awal tahun ini.

 

“Sinergi dan Singkronisasi Program Litkaji dan Diseminasi Balitbangtan Mendukung Swasembada Pangan” demikian tema dari Temu Teknis Peneliti Penyuluh Balitbangtan  yang diadakan tanggal 9 Mei 2017 di Banda Aceh. Ada tiga tujuan pada pertemuan ini yaitu meningkatkan sinergi dan singkronisasi pelaksanaan kegiatan litkaji dan diseminasi Badan Litbang Pertanian, meningkatkan pola kemitraan dan menciptakan harmonisasi antara Penyuluh dan Peneliti Badan Litbang Pertanian dalam mendukung swasembada pangan dan merumuskan kebijakan dan strategi pelaksanaan litkaji dan diseminasi dalam bentuk karya tulis ilmiah.  Temu teknis ini dilaksakan bersamaan dengan Penas Petani dan Nelayan ke XV di Banda Aceh. Temu teknis ini dibuka oleh Kepala Badan Litbangtan yang diwakili oleh Kepala Perpustakaan Balitbantan Ir, Gayatri Karana , M.Sc yang menyampaikan bahwa  pertemuan ini sangat perlu dilaksanakan sehingga peneliti dan penyuluh bisa secara bergandengan dalam mencapai tujuan swasembada pangan di Indonesia.  Temu Teknis ini diikuti oleh    peserta sebanyak 80 orang yang diawali dengan presentasi dari pemakalah utama Dosen Fakultas Pertanian Unsyiah Banda Aceh Dr. Ir. Effendi, M.Agric.Sc dan dilanjutkan oleh Koordinator Penyuluh Balitbangtan Bogor Ir. R. Sad Hutomo Pribadi, M.Si. Makalah penunjang  6  judul yang dipresentasikan oleh peneliti dan penyuluh Balitbangtan, secara keseluruhan  makalah berjumlah 105 buah yang akan diterbitkan dalam bentuk  proseding. BPTP Balitbangtan Sumatera Barat berpartisipasi pada temu teknis ini dengan 3 orang Penyuluh yaitu Dr. Ir. Dedi Azwardi, MP, Ahmad Syufri, SPi, MSi dan M. Ichwan SP, MSi. Temu Teknis ditutup oleh Kepala BPTP Banda Aceh Dr. Basri, AB, M.Sc dengan harapan setelah  pertemuan ini akan dapat meningkatkan singkronisasi antara peneliti dan penyuluh dalam kegiatan Litkaji dan Diseminasi sehingga teknologi hasil litkaji akan cepat diadopsi oleh pengguna dan swasembada pangan  akan dapat diwujudkan (DA).

Dalam rangka mendukung kegiatan UPSUS SIWAB sesuai dengan SK Mentan no 8933 Tim BPTP Sumatera Barat melaksanakan supervisi dan koordinasi di Kabupaten Solok  tanggal 16-17 Mei 2017. Pada kesempatan tersebut Tim  mengunjungi Poskeswan dan PoS IB di Kec Kubung Kotobaru serta Kelompok Kiat karsa salah satu kelompok SIWAB untuk menangkap hal-hal berkaitan  pelaksanaan di lapangan. Harmaini