JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kodim 0309/Solok beserta jajarannya selama Bulai Mei 2017 berencana mengawal Luas Tambah Tanam (LTT) padi sawah di Kabupaten Solok Selatan. Hal tersebut terungkap dalam rapat di Padang Aro pada hari Jumat tanggal 11 Mei 2017. Rapat tersebut disamping dihadiri pihak Kodim 0309/Solok juga hadir Koordinator UPSUS Sumbar, Kepala BPTP Balitbangtan Sumbar, Dinas Pertanian Sumbar dan Dinas Pertanian Solok Selatan.

Selama bulan Mei 2017 pihak Kodim 0309/Solok menargetkan percepatan luas tambah tanam padi sawah seluas 2500 hektar di seluruh kecamatan yang ada. Dalam pelaksanaannya anggota TNI yang terlibat akan turun langsung di setiap hamparan potensial, khususnya pada sawah yang cukup pengairannya. Dinas Pertanian Solok Selatan memberi dukungan dalam penyediaan data dan informasi, antara lain mengenai Kelompok Tani, petugas/PPL, dan alat dan mesin pertanian yang tersedia. Khusus traktor untuk pengolahan tanah akan memanfaatkan traktor yang ada pada Dinas Pertanian ditambah dengan yang dipegang setiap Kelompok Tani. Traktor tersebut akan dikumpulkan dalam bentuk Brigade pada tingkat kecamatan, kemudian dimanfaatkan untuk wilayah berdekatan.

Setelah rapat di Dinas Pertanian Solok Selatan, pada siang harinya peserta rapat melaklukan kunjungan lapangan ke Jorong Bukik Sikumpa, Nagari Pauah Duo Nan Batigo, Kecamatan Pauah Duo. Kunjungan lapangan yang dikoordinir oleh Ibu Nurhamidah, SPT selaku Kabid Tanaman Pangan bertujuan untuk melihat realita yang ada pada lahan sawah petani, seperti ketersedian air dan traktor pengolahan tanah.   

 

 

Untuk mempercepat realisasi luas tambah tanam (LTT) padi di Sumatera Barat, penanggung jawab UPSUS Provinsi Sumatera Barat, Bapak Ir. Yanuardi MM, yang juga Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan beserta rombongan dan didampingi BPTP Sumatera Barat melakukan kunjungan ke enam kabupaten yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman dari tanggal 8 sampai 12 Mei 2017.  Disetiap kabupaten Bapak Yanuardi bersama Dinas Tanaman Pangan Kabupaten dan Kodim setempat mencanangkan percepatan tanam agar lahan sawah yang selesai panen langsung ditanami kembali oleh petani, tidak menunda sampai habis lebaran seperti kebiasaan di beberapa tempat. Upaya ini perlu dilakukan karena hingga tanggal 12 Mei realisasi LTT untuk bulan Mei baru 38,1% dari target. Upaya tersebut berhasil meningkatkan realisasi LTT menjadi 47,2% dari target. Diharapkan pada akhir Mei ini target dapat tercapai bahkan realisasi LTT dapat melebihi target.

 

Gerakan peran serta masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan keluarga Indonesia” adalah tema pada acara  video conference Gerakan Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan antara menteri pertanian dengan ketua umum PKK pusat dan ketua PKK  provinsi dari 10 provinsi (Sumut, Sumbar, Jambi, Sulut, Sulsel, Jabar, Jatim, Jateng, Bengkulu, Pontianak), pada tanggal 10 April 2017.

Video conference ini merupakan tindak lanjut  dari MOU TP-PKK Pusat dengan Kementrian Pertanian dan  diikuti dengan MOU TP-PKK Provinsi Sumatera Barat dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) seluruh Indonesia. Kata ketua TP-PKK Provinsi Sumbar, Ibu Nevi Irwan Prayitno dalam sambutannya.

Lebih lanjut dikatakan ibu Nevi, salah satu kegiatannya adalah memasyarakatkan Gerakan Tanam (Gertam) Cabai di pekarangan serta mensinergikan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan Hatinya PKK. Pada saat penandatanganan MOU sekaligus telah diberikan bibit cabai secara simbolis kepada ibu ketua TP-PKK Kabupaten/Kota serta penyampaian materi teknologi cara bertanam cabai di polibag oleh kepala laboratorium Diseminasi BPTP Sumbar, tambah bu  Nevi Irwan Prayitno..

Ibu Nevi Irwan Prayitno berharap dengan adanya gerakan tanam cabai ini akan memicu semangat  ibu-ibu (para kader PKK) serta masyarakat luas untuk selalu dan secara kontiniu melaksanakan budidaya tanaman cabai  di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta untuk memujudkan katehanan pangan keluarga.

Selanjutnya Ibu Nevi Irwan Prayitno mengucapkan terima kasih kepada ketua umum TP-PKK pusat yang telah memilih Sumbar sebagai salah provinsi acara video coferenece. Ucapan terima kasih juga kepada bapak kepala BPTP Balitbangtan Sumbar dan kepala Dinas Pangan Sumbar atas terselenggaranya acara video coferenece, yang telah dihadiri oleh  kepala SKPD lingkup provinsi Sumbar atau yang mewakili, ibu ketua TP-PKK kabupaten/kota atau yang mewakili dengan pengurus dan utusan kader Dasawisma, muslimat NU dan undangan lainnya.

Kepala BPTP Balitbangtan Sumbar, Dr Chandra Indrawanto dalam sambutannya antara lain menyatakan bahwa ketahanan pangan dapat terwujud dengan cara memanfaatkan pekarangan yang ada. BPTP siap mendukung dengan inovasi teknologi, melalui pendampingan teknologi dan  kegiatan diseminasi inovasi teknologi seperti demplot, demfarm dan berbagai media cetak /elektronik.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan Sumbar, Ir. Efendi,MP, dalam sambutannya  menyatakan bahwa pemanfaatan pekarangan ditujukan untuk meningkatkan adanya diversifikasi pangan. Tidak hanya tanaman hortikultura saja tetapi juga  hendaknya terdapat ayam dan ikan.  Yang tidak kalah pentingnya adalah target Pola Pangan Harapan (PPH) 2021 adalah 87 % hendaknya dapat dicapai. Sampai tahun 2015 PPH kita sudah 84%.  Dengan tegas Kadis Pangan mengatakan bahwa siap berpartisipasi dalam mendukung tercapainya ketahanan pangan.

Acara puncak Video conference adalah dialog bapak Mentri Pertanian, Amran Sulaiman dengan ibu ketua umun TP-PKK pusat dan ibu ketua TP-PKK dari 10 provinsi.  Dalam acara tsb  Mentri Pertanian,  meminta para ibu-ibu berjanji untuk mensukseskan gerakan bertanam cabai di pekarangan. Biasanya janji ibu-ibu lebih bisa dipercaya dari pada bapak-bapak, canda pak Mentan. Dibalik kesuksesan anak ada ibu yang hebat  dan dilbalik suami yang hebat ada istri yang hebat dibelakangnya. Sorga ada di bawah telapak kaki ibu,  tambah pak Mentan. (Ellya Rosa)

Sukarami - Pembina DWP Balitbangtan Sumatera Barat Dr. Ir. Chandra Indrawanto, MSC, mengucapkan selamat hari Kartini kepada seluruh perempuan Indonesia terkhusus Ibu-ibu DWP Balitbangtan Sumatera Barat. Emansipasi wanita pada saat ini sering dimaknai dengan kesetaraan kaum pria dan wanita. Perempuan harus mulai berpikir lebih terbuka dengan tidak lagi memikirkan masalah gender.  Banyak belajar, membaca, silaturahim dan berperan aktif di lingkungannya. Karena “ Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (Ar-Ra’d: 11) ujar Chandra dalam acara ‘Kartini DWP BPTP Balitbangtan Sumatera Barat” yang berlangsung di Auditorium BPTP Balitbangtan Sumatera Barat, Jl. Raya Padang-Solok Km. 40 Sukarami, Jumat (21/4/2017).

Sebagaimana ibu Kartini adalah seorang perempuan ningrat yang cerdas, punya pengetahuan yang luas sehingga patut ditauladani semangatnya dalam memajukan kaum wanita Indonesia yang sangat dipandang rendah dan diabaikan pada waktu itu sehingga perjuangan beliau kita kenal dengan Emansipasi Wanita. Tapi yang perlu kita camkan bersama emansipasi wanita tidak boleh melewati koridor yang sudah mengatur hak dan kewajiban sebagai ibu di keluarga ataupun hak dan kewajiban wanita yang bermartabat di masyarakat luas.

Selanjutnya Ketua DWP BPTP Balitbangtan Sumatera Barat Ny. Yenni  Chandra Indrawanto menyampaikan Tidak sedikit juga emansipasi wanita ini menjadi bumerang dalam hidup berkeluarga. Wanita yang baik, cerdas dan sholiha tentunya bisa mengerti dan menunaikan apa hak dan kewajibannya dalam berkeluarga sebagai istri dan ibu bagi anak-anak ataupun wanita yang bermartabat di masyarakat luas.

Dalam acara peringatan hari kartini mari kita ambil hikmah dengan memaknai bahwa semangat kartini dalam memajukan kaum perempuan sangatlah positif dan penting dalam melahirkan kartini-kartini yang baru, baik, cerdas, sholihah dan modern baik dalam berkeluarga maupun di masyarakat luas. Sehingga tema yang diusung pada hari ini yaitu SEMANGAT KARTINI MENINGKATKAN KUALITAS DAN KREATIVITAS KAUM WANITA sudahlah tepat.

Untuk Memeriahkan acara ini digelar beberapa perlombaan yang diikuti oleh karyawan/ti BPTP Balingbantan Sumatera Barat diantaranya yaitu lomba memasak mie goreng untuk Bapak-bapak, Makeup tanpa kaca dan lomba membaca puisi. (mlh)

Program Aksi (Akselarasi, Sinergi dan Inklusi) Pangan merupakan inisiatif Otorita Jasa Keuangan (OJK) bersama instansi Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Kementerian Koperasi dan UKM, Asosiasi dan Industri Jasa Keuangan dalam memperluas akses pembiayaan di sektor pangan, khususnya pada 11 komoditi utama pangan. Diharapkan aksi ini dapat dapat menjawab  masalah terbatasnya akses pembiayaan, khususnya di sektor ketahanan pangan  yakni  pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan.   

Pencanangan program Aksi Pangan ini dilaksanakan baru-baru ini di Medan Nan Bapaneh, Tarantang, Lembah Harau Kabupaten Limapuluh Kota dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bapak Darmin Nasution, Ketua Dewan Komisioner OJK Bapak Muliaman D Hadad, Anggota DPR RI Bapak Refrizal, Gubernur Sumatera Barat Bapak Irwan Prayitno, Bupati Kabupaten Limapuluh Kota Bapak Irfendi Arbi, pejabat Kementrian Pertanian, Perdagangan dan Agraria dan pimpinan lembaga Keuangan  (Bank dan Asuransi), Kepala BPTP Balitbangtan Sumatera Barat  dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat serta undangan lainnya.

 Pada sambutannya Menteri Perekonomian RI menyatakan bahwa dari tahun ke tahun penyaluran  KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang seharusnya ditujukan untuk  usaha produktif dan masyarakat kecil,  akan tetapi kenyataannya lebih banyak dimanfaatkan oleh pedagang besar (retail). Untuk produksi, petani angkanya cuma berkisar 22%, sementara untuk pedagang besar  (78%). Selanjutnya Menteri mengharapkan  program Aksi Pangan betul-betul mengakselarasi inklusi keuangan untuk mendukung program Nawacita Jokowi-JK. Sedangkan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan bahwa melalui program Aksi Pangan  yang diluncurkan oleh OJK di Kabupaten Limapuluh Kota mengharapkan petani  tidak lagi termarginalkan atau tidak sulit untuk memperoleh akses ke perbankan untuk permodalan mereka dan petani  dapat memanfaatkan peluang yang ada karena nantinya akan dapat meningkatkan kesejahteraann petani. Jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar  dan Pemerintah Daerah Limapuluh Kota siap mendukung dan memfasilitasi demi kemajuan petani kita. Selanjutnya Bupati Kabupaten Limapuluh Kota mengucapkan terima kasih atas penunjukan daerahnya sebagai Pencanangan Aksi Pangan karena menilai daerah ini berhasil menerapkan pembiayaan rantai nilai di sektor pangan.

Pencanangan program Aksi Pangan ini juga menampilkan pameran produk-produk pangan, yang diikuti oleh peserta pameran yang terdiri dari 27 anggota Industri Jasa Keuangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian PUPR. BPTP Balitbangtan Sumbar bersama Kementerian Pertanian berpartisipasi dalam kegiatan pameran hasil-hasil pengkajian produk pangan seperti  tanaman cabe sebagai implementasi  dari gerakan tanam (gertam) cabe yang telah diluncurkan oleh Menteri Pertanian. Selain itu juga menampilkan display Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk pemanfaatan lahan pekarangan dengan komoditas hortikultura, benih unggul serta menampilkan produk-produk olahan seperti cabe blok, cabe giling dalam kemasan, cabe kering, teh daun gambir, permen gambir, bubuk coklat, pasta bawang, buah-buahan, tanaman vertikultur dan hidroponik. Selain itu juga menampilkan informasi mengenai asuransi pertanian (ternak sapi dan usahatani padi), ternak ayam unggulan (KUB) serta lembaran informasi lainnya tentang teknologi berbagai inovasi pertanian.

Acara pencanangan program Aksi Pangan diakhiri dengan kunjungan ke stand pameran oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ketua Dewan Komisioner OJK, Anggota DPR RI, Gubernur Sumatera Barat, Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, pejabat Kementrian Pertanian, Perdagangan dan Agraria dan pimpinan lembaga Keuangan dan undangan lainnya  (DA)