JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penyuluh Pertanian dan Pendamping Petani Kota Solok Dibekali Teknik Hidroponik.

Solok (dispertasolok). Dalam rangka peningkatan kapasitas ketenagaan penyuluhan pertanian Kota Solok, bertempat di Aula Dinas Pertanian Kota Solok pada tanggal 18 Maret 2020 diselenggarakan Pelatihan Budidaya Tanaman Sayuran Hidroponik khusus untuk Penyuluh Pertanian dan Tenaga Pendamping Petani. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang peserta yang merupakan garda terdepan pembangunan pertanian di Kota Solok.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Zeldi Efiza. Turut hadir pada kegiatan ini Kepala Seksi Ketenagaan, Fathoni Abdillah dan Kepala Seksi Kelembagaan, Jhoni Lukman. Nara sumber Pelatihan yang mengambil tema Urban Farming ini adalah Winda Rahayu dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat.

Kepala Bidang Penyuluhan pada sambutan pembukaan menyampaikan bahwa bertani saat ini tidak harus mempunyai lahan, tanpa lahanpun masyarakat bisa mengusahakan sayuran sendiri tanpa membeli. Dengan teknologi hidroponik, sayuran sehat dapat dipetik di teras, halaman ataupun dinding rumah kita.

Winda yang juga merupakan penyuluh pertanian pada BPTP Sumatera Barat memaparkan bahwa hidroponik adalah Cara budidaya tanaman dengan sistem kerja melibatkan air dan nutrisi,dimana akar dikuatkan oleh media tanam selain tanah. Hidroponik ini merupakan jalan keluar mengatasi permasalahan perkotaan akan minimnya lahan dan mengatasi pemanasan global dikarenakan efek rumah kaca.

Penyuluh Pertanian Pertama ini juga mengungkapkan fakta tentang hidroponik diantaranya hemat air sampai 90% daripada pertanian konvensional, hemat lahan dari tradisional, tanpa tanah, media pasif, faktor2 bisa terkontrol, daya tumbuh 2 kali lebih cepat dibanding tradisional dan tanpa bahan kimia.

“Teknologi Hidroponik ini merupakan alternatif pertanian pada lahan terbatas (perkotaan), dapat diusahakan sepanjang tahun tanpa mengenal musim, budidaya tanaman bersih dan aman, laju pertumbuhan 50% lebih cepat dibanding konvensional, ramah lingkungan (bebas pestisida), praktis dalam pemeliharaan dan menumbuhkan kreativitas pehobi tanaman” tutur Winda.

Nara sumber juga menerangkan berbagai macam teknik hidroponik yaitu Aeroponic system, NFT (Nutrient Flow Technique), DFT (Deep Flow Technique), Ebb dan flow systemWater Culture systemWick System dan Drip Irrrigation System. “ Umumnya masyarakat memakai Teknik DFT karena mudah diaplikasikan. Namun di BPTP Sumatera Barat ada beberapa teknik yang telah diterapkan, termasuk Drip Irrigation System” lanjut Winda.

Peserta Pelatihan beserta Nara Sumber, Winda Rahayu dari BPTP Sumbar

Pelatihan ini diikuti antusias oleh seluruh peserta. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tinjauan lapangan. Pada sesi diskusi, peserta bertubi-tubi menanyakan berbagai hal seputar hidroponik karena selain untuk dipraktekkan untuk mereka, juga sebagai bekal untuk disampaikan kepada petani dan masyarakat yang membutuhkan keterampilan hidroponik (Wnd R).

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 5.00 (1 Vote)