JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Sumbar Dampingi Tim Kostratani ke Bumi Sikerei

Tuapejat, 4-6 Maret 2020 Tim Kostratani Pusat Pendaftaran Varietas Tanaman, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian sebagai penanggung jawab Kostratani Kab. Kep. Mentawai dari Bidang Perizinan diantara ; Abdul Rauf, Dwi Herteddy, Rahmat Nurhadi, Isma Tarigan dan Suryaningrum di dampingi LO BPTP Sumbar untuk Kab. Kep. Mentawai Heru Rahmoyo Erlangga,,S.TP melakukan anjangsana ke lokasi hamparan sawah Kelompok Tani Arau dengan luas lahan 18 ha dengan pertanaman Padi Sawah Varietas Lokal dengan menggunakan Teknologi Tanam Jajar Legowo 4 : 1, umur benih padi 21 hari.

Selanjutnya tim melakukan rapat koordinasi Kostratani Kab. Kepulauan Mentawai yang dihadiri oleh ; Bupati Kab. Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet, Asisten II Bupati Desri Seminora, Kepala Dinas Perikanan Usman, Kepala Dinas Kominfo Roger, Camat, Koordinator Penyuluh masing-masing kecamatan dan perwakilan KTNA serta petani pakar. Dalam sambutannya, Bupati (Yudas Sabaggalet) menyampaikan beberapa hal antara lain ; (1) Apapun nama sebuah program, mesti berdampak untuk kesejahteraan masyarakat karena standar keberhasilan sebuah program adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat. (2) Data eksport komoditas yang ada di Mentawai belum ada sehingga peta perkembangan eksport komoditas tidak dimiliki oleh Kab. Kep. Mentawai. (3) Sasaran program harus jelas sehingga terarah dan terukur, jelas kelompok tani sasaran penerima program tersebut. (4) Pola sasaran program berbentuk pengembangan kawasan pertanian sehingga bisa menciptakan pertanian terintegrasi. (5) Dinas Pangan dan Pertanian agar segera membuat perjanjian kinerja dengan para camat untuk dapat meningkatkan kelas kelompok tani, juga di buatkan aplikasi pengaduan permasalah petani atau kotak saran dan pengaduan yang ditempatkan di masing-masing kecamatan (BPP). (6) Dinas Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Pangan dan Pertanian agar berinovasi menciptakan agrowisata, jika tidak ada perbaikan kinerja berarti kita tidak bekerja. (7) Segera siapkan SK Kostratani sampai tingkat kecamatan. (8) Agar fokus pada komoditas pisang dan sagu dengan cara memulai pada kondisi yang kita miliki saat ini, ASN dan tenaga honorer diharapkan juga melakukan aktivitas usaha pertanian. Dari 1.500 UMKM, hanya 30 % dari asli pribumi Mentawai yang menjadi UMKM.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Hatisama Hura,SP,M.Si) menyampaikan beberapa hal, antara lain ; (a) Telah dibebaskan tanah seluas 400 ha di Desa Pei-Pei, Kecamatan Siberut Barat Daya untuk pengembangan kawasan pertanian terintegrasi (50 ha nya diserahkan kembali untuk pembinaan lahan pertanian kelompok tani binaan setempat). (b) Memohon bantuan BPTP Sumatera Barat untuk melakukan studi kelayakan serta uji kesuburan tanah untuk membantu konsep pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). (c) Perlu program Kios Tani di Tuapejat untuk menampung produk-produk pertanian sehat lokal. Dalam kesempatan ini, Camat Siberut Barat Daya meminta agar informasi pasar perlu diperoleh daerah untuk membuka peluang-peluang usaha pertanian. Perwakilan KTNA (Fernando) mempertanyakan program asuransi pertanian dan Bank Tani yang tidak terdengar di Kab. Kep. Mentawai. Selain itu, Kepala Dinas Kominfo memberikan informasi bahwa akan dibangun BTS bisnis (telkomsel) dan BTS CSR dari perusahaan, karena perlu mendukung penyempurnaan data pertanian melalui telekomunikasi. Staf Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan (Eko Priyono) juga mempertanyakan pelaksanaan program wirausahawan muda pertanian dikarenakan akan ada 16 orang alumni Polbangtan Medan asal mentawai yang akan terjun dibidang agribisnis, juga perlu dukungan BPTP dalam mendiseminasikan informasi inovasi pertanian.(hre)

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 5.00 (2 Votes)