JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sinkronisasi Petani Milenial dengan Program Strategis Pengembangan Kawasan Padi di Padang Pariaman

Pariaman, 23 Agustus 2019. Kunjungan Tim pendampingan Petani Milenial BPTP Sumatera Barat ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman disambut oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Yurisman Yakub, SP, MM dan Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Elfitri, SP, MM diruang kerja kepala dinas dan berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut tim pendampingan petani milenial (Heru Rahmoyo, STP, MSi dan Iwan Setiawan, STP, MSi) menyampaikan program pendampingan petani milenial yang menyasar kalangan muda berusia 19-39 tahun  dan diprioritaskan untuk penggarapan komoditas Padi, Manggis dan Bawang Merah di Sumatera Barat. Untuk tahun ini  kegiatan diprioritaskan pada tahap pendataan petani milenial dengan target 23 ribu di Sumatera barat dari target 1 juta petani milenial di tingkat nasional. Berdasarkan pemaparan tim, Bapak Yurisman dan Ibu Elfitri sangat mengapresiasi dan merespon baik. Mereka mengusulkan agar progam petani milenial ini disinkronkan dengan program yang ada dan sudah berjalan di wilayah kabupaten padang pariaman. Dengan demikian program pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan efektif dan manfaatnya lebih terasa bagi petani.

Adapun program strategis yang tengah berjalan dan dapat disinkronkan yaitu pengembangan 3 kawasan padi di Padang Pariaman.  Yaitu kawasan batang Anai ( Batang Anai, Lubuk Alung dan Sintuak Toboh gadang), Kawasan si cawuang (2x11 Enam Lingkung, 2x11 Kayu Tanam dan Enam Lingkung) dan Kawasan Tapakis (Ulakan Tapakis dan Nan Sabaris).  Varietas padi yang banyak ditanam yaitu Cisokan dan IR4.

Ditambahkan oleh Kabid penyuluhan selain padi saat ini tengah booming komoditas jagung di padang pariaman. Jagung ini tersebar di beberapa kecamatan seperti Enam Lingkung, Sungai Geringging, Kampung Dalam, V Koto Timur, Batang Anai dan Lubuk Alung.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian menambahkan ada beberapa komoditas pertanian unggulan yang sudah merambah pasar ekspor yaitu Manggis yang berasal dari Nagari Parit malintang serta  Kakao yang mendapat kucuran bantuan Kementerian Perindustrian sebanyak 15 Milyar Rupiah.

Pada kesempatan tersebut Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan menyampaikan soal bantuan benih bawang merah yang kurang tepat. Karena bawang merah yang diberikan ke petani ternyata masih muda dan sampai ditangan petani sudah rusak. “Hendaknya hal seperti ini diperhatikan", harap Ibu Elfitri. Di akhir pertemuan Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan berkomitmen untuk menambahkan data petani milenial mengingat data yang ada pada tim pendampingan petani milenial baru sebanyak 510 orang petani (is).

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 5.00 (3 Votes)