JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Sumbar Berikan Pelatihan Survey Dan Pemetaan Sumberdaya Air Dan Lahan Tadah Hujan Kota Sawahlunto.

Sebanyak 40 orang peserta pelatihan yg terdiri Penyuluh Pertanian se kota Sawahlunto diberi pelatihan dalam melakukan identifikasi dan ferifikasi sumberdaya air dan lahan tadah hujan kota Sawahlunto dengan narasumber Ir. Ismon L, MSi dan Hanif Gusrianto, SST. Pelatihan ini dilaksanakan di Aula Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perkanan Kota Sawhlunto pada tanggal 13 Agustus 2019. Kegiatan Pemetaan Sumberdaya Air dan Lahan Tadah Hujan  ini didanai dari APBD Kota Sawahlunto Th. 2019 bekerjasama dengan Balitangtan melalui BPTP Sumbar. Dalam melakukan pemetaan diperlukan adanya identifikasi dan ferifikasi sumberdaya air dan lahan sawah tadah hujan langsung di lapangan. Kegiatan identifikasi dan ferifiksi ini dilakukan dengan menggunakan Peta Digital dan software Avenza Map. Menurut Ismon, Peta Digital  Lahan Sawah kota Sawahlunto dibuat oleh TIM BPTP Sumbar dari Peta Citra. Selanjutnya dilakukan digitasi menggunakan Software ArGis 10.4 untuk menentukan penyebaran lahan sawah kota sawahlunto. Peta Digital Lahan Sawah ini merupakan peta resolusi tinggi yg dapat terkoneksi dengan satelit sehingga keberadaan titik koordinat akan terpantau lewat satelit sehingga dapat operasikan melalui Software Avenza Map menggunakan Android. Software Avenza Map dapat didownload melalui aplikasi Ply Store. Operasinal Software ini dapat dilakukan dengan fitur GPS yg tersedia pada antroid dengan mengaktifkan fitur map dan tidak membutuhkan jaringan internet sehingga dapat dioperasionalkan pada lokasi yang tidak tersedia jaringan selular sehingga tidak membutuhkan paket data selular.  Berdasarkan data BPS 2018, lahan tadah hujan kota sawahlunto seluas 918 ha yang yg tersebar di 4 kecamatan yaitu Talawi (637 ha), Berangin (234 ha),  Lembah Segar (21 ha)  dan Silungkang (26 ha). Keberadaan lahan ini harus dapat dipetakan dan didisain infrastruktur panen air sesuai dengan potensi sumberdaya air kota Sawahlunto seperti: embung, kincir air, pompanisasi, miniwaduk, dam parit dan sumur  dangkal.

Ferifikasi dengan sofware Avenza Map akan menggambarkan kondisi ril di lapangan sehingga perencanaan pembangunan sarana irigasi akan lebih tepat sasaran, efektif dan efisien.

Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh Penyuluh Pertanian karena aplikasinya canggih, akurat, dan mudah dioperasikan di lapangan.  Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto Hilmet  SPt. MM, menyampaikan terima kasih atas adanya kerjasama dengan  BPTP Sumbar. Peta digital yang dihasilkan dari kerjasama ini kedepan akan dikembangkan  untuk melakukan pemetaan komoditas sekaligus akan dijadikan sebagai software untuk memantau kegiatan dinas yang ada di lapangan. Untuk itu Kadis berharap kerjasama dan bimbingan dari Peneliti dan Penyuluh  Balitbangtan. Kadis juga berharap para Penyuluh dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kinerja di lapangan pada masa yang akan datang. Namun yang paling utama agar para Penyuluh harus dapat membantu kegiatan Pemetaan Sumberdaya Air dan Lahan Tadah Hujan. Selesai penyampaian materi dilanjutkan dengan praktek dihamparan Poktan Saiyo Desa Kolok Mudik Kecamatan Berangin (IL).

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 5.00 (2 Votes)