JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kualitas Pangan Dan Hortikultura Harus Jadi Perhatian Disamping Produksinya

Demikian disampaikan oleh Dirjen Parlintan Hortikultura Ir. Sri Wijayanti, M.Sc dalam Jambore  Pertanian Organik Nasional I di Kelompok tani Saiyo Sakato  Kec. Lateh Sago Halaban Kab. Limapuluhkota. Jambore Organik Pertanian Nasional ini untuk pertama kalinya diadakan di Indonesia sehingga Kab. Limapuluhkota merupakan pencetus pertama kampanye pertanian organik yang sejak tahun 1992 sudah dicanangkan oleh mantan Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sumatera Barat Ir. Joni.

Hadir dalam acara ini Bupati Kab. Limapuluhkota yang diwakili oleh Sekda, Dirjen Parlintan Holtikultura, BPTPH Prov. Sumbar dan 24 Kepala BPTPH se Indonesia,  Kadis TPHP Prov.Sumbar, Kepala BPTP Sumbar, Kadis Pertanian Kab. Limapuluhkota, Kapolres Kab/Kota Payakumbuh, Camat, Wali Nagari, Babinsa, Petani Pertanian  organik se Kab. Limapuluhkota dan undangan lainnya.

Ketua panitia Jambore Pertanian Organik Nasional Kepala BPTPH Prov. Sumbar melaporkan kondisi pertanian organik yang sudah berkembang di Sumbar akan termotivasi dengan diadakannya kampanye Pertanian Organik pada jambore ini. Sementara itu Dirjen Parlintan Holtikultura menyatakan bahwa momen ini sudah

sesuai dengan program Kementan yaitu "Go Organik". Kita harus berupaya bagaimana melakukan  pengurangan penggunaan pestisida pada kawasan pengembangan hortikultura dan dana APBN harus bisa menggalang peningkatan kualitas pangan yang ramah lingkungan dan tidak hanya kepada peningkatan  produksi pangan saja.Tujuan jambore ini adalah untuk mengkampanyekan pangan yang sehat, tidak overdosis dalam penggunaan pestisida, mempertemukan stakeholder dengan pengguna produk ramah lingkungan.

Produk organik lebih mahal sedikit dari produk non organik tetapi kesehatan menjadi prioritas utama. Kadis TPHP Prov. Sumbar Ir. Candra, M.Si mengharapkan perlunya BPTPH untuk menghasilkan produk pestisida yang ramah lingkungan sehingga petani lebih berminat untuk bertani secara alami.

 BPTP Sumbar sudah melakukan beberapa kajian tentang pertanian organik yang ramah lingkungan dan terus mengajak petani untuk memperhatikan penggunaan pestisida yang overdosis. Sekda Kab. Limapuluhkota sangat tersanjung dengan dipilihnya Kab. Limapuluhkota sebagai lokasi Jambore Pertanian Organik dan nantinya bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan bagi petani yang berhasil dalam pengembangan pertanian organik dan dilanjutkan dengan kunjungan lapang serta tanya jawab dengan petani organik yang  hadir di jambore ini. Hadir juga narasumber pertanian organik dari Jawa Tengah. (DA)

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 5.00 (3 Votes)