JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sinergi Petugas Pencatat Data,Hasilkan Kebijakan Yang Lebih Baik

Data luas tambah tanam (LTT) Padi, Jagung dan Kedelai (PAJALE) sangat penting dalam penentuan kebijakan pertanian, khususnya dalam hal ketahanan pangan. Oleh karena itu, semakin baik kualitas data maka kebijakan pertanian ke depan pun akan semakin baik. Untuk meminimalisir kesenjangan data LTT dengan data luas tanam statistik pertanian yang dilaporkan ke Dinas Pertanhortibun Provinsi Sumbar, maka pada hari Rabu (23/05), tim LO BPTP Balitbangtan Sumatera Barat berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kab. SIijunjung dan Kota Sawah Lunto. Tim LO Sijunjung & Sawahlunto yaitu Ir. Ismon L.,MSi., Ir. Farida Artati dan Via Yulianti, SP turun ke Dinas Pertanian Kabupaten Sijunjung mencoba kembali  melakukan validasi dan sinkronisasi data tersebut. Kedatangan Tim LO disambut hangat oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ibu Ning Wisma, SP, MSi., ibu Lilis Kasie Tanaman Panga dan Petuga Statistik Pertanian (SP) Khairul. Menyikapi terjadinya perbedaan data LTT sampai dengan data luas tanam SP telah diverifikasi oleh petugas SP baik kabupaten maupun kecamatan dengan BPS Kab Sijunjung. Kebihan  data LTT terutama di kecamatan Kamang Baru disebabkan oleh adanya data LTT padi gogo seluas  120 ha. Sebelumnya LT padi gogo ini tidak tercatat di SP sebagai LT. Selain itu, data LTT yang masuk merupakan data kotor yang belum dikonversi dengan luas  galengan sebesar 0.988 % dari LTT.

Menurut Kabid Tanaman Pangan dan petugas SP hasil verifikasi ini seharusnya sudah ditindaklanjuti oleh BPS kab Sijunjung. Hasil verifikasi  ini sudah diklarifikasi pada saat pertemuan di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 2 Mei lalu. Menurut petugas SP, sistem di Statistik Pertanian, jika penambahan tanam melebihi luas baku sawah yang ada akan otomatis kelebihannya tidak terekap. Meskipun kelebihannya disebabkan oleh penambahan sawah bukaan baru.

Di hari yang sama, tim LO Kota Solok, yaitu Sumilah, SP, mengunjungi Dinas Pertanian Kota Solok untuk tujuan serupa. Sinkronisasi data dilakukan bersama Kepala Bidang Tanaman Pangan, Ir. Yurmiati, MM dan staf. Yurmiati menyampaikan permasalahan yang dialami sehingga mengakibatkan tidak sinkronnya data LTT dan SP adalah petugas pencatatan SP dan LTT di Dinas Pertanian Kota Solok berbeda .Sehingga perlu dilakukan koordinasi dan singkronisasi data agar ke depan antara data SP dan LTT sinkron dan faktor koreksinya dibawah 3%. Dalam Rangka percepatan LTT di Kota Solok maka Dinas Pertanian Kota Solok dan BPTP Sumatera Barat akan saling sinergi dalam rangka mendukung kegiatan Percepatan LTT tersebut dan kegiatan UPSUS pada umumnya.

Pada hari berikutnya, kamis (24/05), tim LO Sijunjung dan Sawahlunto kembali berkunjung ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto. Kedatangan tim disambut baik oleh Kepala Dinas Ir. Hilmet.MM  dan Kepala Bidang Tanaman Pangan, Novrizal, SP serta Yulmi Erti, SP selaku pelaksana LTT dan SP.  Mengenai kesenjangan data LTT, senada dengan di daerah lain, pihak Dinas Pertanian Kota Sawahlunto pun telah melakukan klarifikasi kepada tim data di Dinas pertanian Provinsi, serta diakui pihak Dinas Pertanian Provinsi bahwa ada human error dalam entri data sehingga LTT untuk Kota Sawahlunto jadi membengkak. Beliau pun menambahkan data LTT yang dilaporkan juga belum dikonversi oleh luas galengan. Konversi galengan di Kota Sawahlunto adalah sebesar 4,44%. (VY)

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 5.00 (1 Vote)