JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
003754
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
669
610
3754
0
3754
0
3754

Your IP: 54.167.29.208
2018-02-25 23:33

Tertarik Dengan Hidroponik, Wali Nagari Adakan Pelatihan Bagi Masyarakat

Solok Selatan-  Berawal dari melihat di sosial media, Novera Wandra, SE, MM Wali Nagari Pakan Rabaa Utara  merasa tertarik untuk belajar tentang bagaimana cara budidaya sayuran hidroponik, kemudian berinisiatif mengadakan pelatihan budidaya sayuran hidroponik bagi pengurus Kelompok Tani, ibu-ibu Dasa Wisma dan TP PKK. Menurut Novera, walaupun lahan di nagari masih cukup luas, seiring perkembangan zaman kita harus terus mempelajari teknologi yang bisa mempermudah kita dalam berusahatani seperti budidaya sayuran hidroponik, “menurut saya budidaya sayuran hidroponik merupakan salah satu teknologi yang sangat menarik dipelajari, terutama bagi keluarga muda dan keluarga kecil” ungkapnya dalam pembukaan pelatihan, selasa (13/2). Ditambahkan pula pelatihan ini merupakan program nagari dalam pemberdayaan masyarakat, diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini peserta bisa mengaplikasikannya di rumah masing-masing dan menularkan ke tetangga sekitarnya yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan.

Materi mengenai budidaya sayuran hidroponik disampaikan oleh Ir. Farida Artati dari BPTP Sumatera Barat. Pada kesempatan tersebut Farida Artati menjelaskan Budidaya Hidroponik mulai dari skala komersial hingga hidroponik sederhana yang mudah diaplikasikan oleh peserta. Dijelaskan bahwa pengertian Hidroponik adalah budidaya tanaman dengan media utamanya air. Media penunjang  yang digunakan dalam hidroponik adalah media yang bersifat poros seperti:  rock wool, hydrotone,batu bata, arang sekam, rajangan batang pakis, cocopeat, pasir dan bahan lain yang mudah didapatkan disekitar kita. Sedangkan untuk nutrisi nya bisa menggunakan  larutan AB mix, bio urine, atau cukup dengan menggunakan pupuk majemuk (NPK) atau pupuk daun gandasil. Farida Artati juga menjelaskan untuk membuat Hidroponik sederhana dirumah juga bisa menggunakan botol-botol bekas.”Kelebihan dari hidroponik ini adalah ibu-ibu tidak perlu lagi membeli sayuran ke pasar karena sudah tersedia di pekarangan rumah sendiri, selain itu juga menambah keindahan pekarangan rumah”, jelasnya. Pada kesempatan itu juga disampaikan tentang  pembuatan Bio Urine sebagai nutrisi organik untuk tanaman hidroponik.

Pelatihan berjalan kondusif karena peserta perperan aktif dan partisipatif dalam mengikuti pelatihan, terutama pada saat diskusi, banyak peserta yang mengajukan pertanyaan karena tertarik dengan materi yang disampaikan. Selain itu peserta juga dibimbing praktek membuat hidroponik sederhana dengan menggunakan bahan-bahan bekas yang mudah di dapatkan seperti botol air mineral. Masing-masing peserta mempraktekan cara membuatnya hingga menanam bibit dengan bahan-bahan yang dibawa oleh narasumber sebagai bahan praktek.

Pada akhir pelatihan peserta menyatakan tertarik berkunjung ke BPTP Sumbar untuk melihat langsung instalasi hidroponik yang ada di Taman Agro Inovasi BPTP. “kami sangat tertarik untuk melihat langsung Instalasi Hidroponik yang ada di BPTP dan berharap pak wali memfasilitasi keinginan kami” ungkap Evi salah seorang peserta pelatihan yang diaminkan oleh peserta lain. Menanggapi hal tersebut Walinagari dengan penuh semangat mengiyakan untuk  memenuhi keinginan dari peserta, “saya akan mengupayakan, karena terus terang saya sendiri juga sangat penasaran dan tertarik untuk datang langsung ke BPTP Sumbar, tutupnya penuh semangat. (Winda R)