JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Workshop Peningkatan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik (SDG) Lokal Mendukung Pembangunan Pertanian di Sumatera Barat

Baru-baru ini BPTP Balitbangtan Sumatera Barat mengadakan Workshop Peningkatan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik (SDG) mendukung Pembangunan Pertanian di Sumatera Barat dilaksanakan di ruang Pertemuan Laboratorium Diseminasi  BPTP Balitbangtan Sumatera Barat. Dihadiri oleh 68 orang peserta terdiri dari BKSDA Sumbar, Balitbang Provinsi Sumbar, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumbar, Dinas Peternakan Provinsi  Sumbar, Fakultas Pertanian dan  Fakultas Peternakan Universitas Andalas, BalitbuTropika, Kebun Percobaan Laing Balitro, BPTP- Balitbangtan Sumbar, Badan Karantina Sumbar, UPTD BPSB-TPH Sumbar dan Pemerhati SDG lainnya.

 “Pelaksanaan workshop didasari oleh kesadaran bahwa Sumbar memiliki banyak sumber daya genetik, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Dilain pihak,  kebutuhan akan pemanfaatan SDG tidak pernah berhenti dan akan terus dirasakan. Oleh karena itu, kerjasama berbagai pihak yang terkait dengan pengelolaan dan pemanfaatan SDG di bawah koordinasi Komda SDG Sumatera Barat perlu terus dikembangkan” ujar Dr. Chandra Indrawanto Kepala BPTP Balitbangtan Sumbar saat pembukaan acara.

Dari empat pemateri yang disampaikan dengan narasumber berasal dari  Ketua Komda SDG Sumbar, Kepala BKSDA Sumbar,  Kepala Balitbang Provinsi Sumbar, dan Fakultas Pertanian Universitas Andalas, membahas masalah SDG dari berbagai sisi sesuai bidangnya.  

Sampai saat ini SDG Lokal Sumbar yang sudah tereksplorasi dan teridentifikasi sebanyak 70 jenis yang terdiri dari 12 jenis tanaman buah- buahan, 3 jenis tanaman sayuran, 12 jenis tanaman pangan (padi dan kacang tanah), 3 jenis tanaman perkebunan, 6 jenis tanaman hias, 5 jenis tanaman biofarmaka, 10 jenis tanaman kehutanan, 5 jenis hewan, 4 jenis ternak, dan 10 jenis tanaman kehutanan. Sedangkan bidang SDG mikroorganisme berkaitan dengan pemanfaatan mikroorganisme halal untuk kepentingan manusia seperti asam laktat, tempoyak sumbar, Ikan fermentasi,  dadiah Sumbar,  pemberian probiotik pada ternak untuk produksi daging dan telur rendah kolesterol, pemanfaatan kulit kopi untuk sapi dengan penambahan bakteri seperti SELASE (Suplement Limbah Agroindustri Solok Selatan), pemanfaatan  Mol untuk fermentasi pupuk organik dan bio urine, BIOFUSS (Bahan Inovasi Organik Feses Urine Solok Selatan) dan bakteri metanogen untuk biogas.

Saat ini permasalahan yang dihadapi adalah ancaman dari OPT yang dapat mengganggu kelestarian SDG, dan peningkatan penduduk mengakibatkan penggunaan SDG semakin meningkat, Perubahan iklim dan pemanasan global yang dapat mengancam ketersediaan SDG, Kesadaran masyarakat terhadap SDG masih kurang, Kesulitan dalam mengakses data SDG, dan Pencurian SDG oleh pihak lain.

Adapun rencana aksi (action plan) Komda SDG Sumatera Barat pada tahun 2018 antara lain:

  1. Menjabarkan tugas Komda SDG Sumatera Barat yang tertera dalam SK Gubernur No. 524-793-2014 tanggal 20 Oktober 2014 dalam bentuk kerja nyata yang terprogram.
  2. Masing-masing Bidang dalam Komda SDG Sumatera Barat diharapkan bisa berkoordinasi dan berkomunikasi intensif, dalam rangka:
  • Membuat basis data hasil-hasil penelitian dan pengkajian serta kebijakan tentang SDG di Sumatera Barat sesuai dengan bidang tugasnya.
  • Menyusun rencana kegiatan kerjasama sesuai dengan bidang tugasnya dan mengembangkan kerjasama dengan pihak-pihak lain yang memungkinkan.
  1. Meningkatkan komunikasi antar lembaga dan personil SDG Sumatera Barat dengan memanfaatkan media-media komunikasi yang relevan. (Yohana & tim)