JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Produksi Padi Melimpah Lewat Sistem Irigasi, Jarwo Dan Penyuluhan.

Kabupaten Lebak dan Serang masih merayakan panen raya padi hingga hari ini. Demikian dikatakan oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Haris Syahbuddin di Jakarta, Jumat (5/1). "Salah satu titik panen di Kabupaten Lebak hari ini berlangsung di Desa Banjarsari Kecamatan Warung Gunung, tepatnya di Poktan Bojong Neros," ujar Haris. Kata Haris, 1.794 hektar sawah siap panen di Kecamatan Warung Gunung. 73 kelompok tani yang terdiri dari 3.362 orang mengelola seluruh sawah yang mampu menghasilkan 6,4 ton gabah kering per hektar.

Sekedar informasi, acara panen hari ini di kelompok tani Bojong Neros juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dede Supriatna beserta perwakilan BPTP Balitbangtan Banten, Penyuluh, Babinsa, dan Petani anggota kelompok tani. "Poktan Bojong Neros cukup berbangga dengan setiap hasil panen yang diperolehnya.  Sejak tahun 2008, Poktan ini sudah menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo (Jarwo) 4.1 dan hasilnya cukup memuaskan petani karena meningkatkan produktivitas hingga 25 persen," jelasnya.  Kata Haris, dukungan inovasi teknologi seperti penggunaan Jarwo dan irigasi, benih bermutu, pemupukan berimbang dan dukungan penggunaan alat dan mesin pertanian menjadi kunci keberhasilan panen di Banten.

"Seluruh hal tersebut didiseminasikan kepada petani melalui kegiatan penyuluhan. Dengan adanya irigasi, petani di lokasi ini dapat melakukan penanaman selama 5 kali dalam dua tahun," ungkapnya.  Uum, anggota kelompok tani Bojong Neros mengatakan keunggulan penggunaan sistem tanam Jarwo adalah proses pemupukan yang mudah, irit dan tidak banyak menggunakan tenaga kerja dalam proses pertumbuhannya. Meski demikian Ia akui penyuluhan oleh pemerintah memiliki peran penting dalam keberhasilan panen kali ini.  "Penyuluh sangat memiliki andil dalam penyebarluasan penerapan sistem tanam tersebut di lokasi ini," katanya. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, lanjut Uum, petani menggilir varietas padi yang akan ditanam. Di tahun 2018 ini varietas Inpari 32 akan merajai sawah para petani Lebak.

Haris membenarkan pernyataan Uum. Katanya Inpari 32 adalah salah satu Varietas Unggul Baru (VUB) yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian dengan sifat-sifat unggul antara lain rasa nasi pulen, tahan terhadap penyakit Hawar daun bakteri, tahan terhadap blas, dan agak tahan terhadap Tungro.  Haris melanjutkan bila panen raya di kawasan Banten hari ini juga dilaksanakan di Kecamatan Ciruas, Blok Harapan Jaya Desa Bumijaya diatas lahan seluas 95 hektar dengan hasil produksi mencapai 6,5 ton gabah per hektar. 

Ciruas merupakan salah satu daerah lumbung padi di Kabupaten Serang. Total luas lahan sawah di wilayah ini adalah 2.346 hektar yang tersebar di 15 desa dengan 82 kelompok tani. Sejak 3 tahun terakhir 7 desa di wilayah ini yang telah berhasil mencapai IP padi 300 yaitu Desa Gosara 86 hektar, Kadikaran 144 hektar, Bumijaya 121 hektar, Singamerta 159 hektar, beberan 212 hektar, Pulo 185 hektar dan Ranjeng 45 hektar. "Rata-rata sumbangan produksi dalam setahun dari 7 desa tersebut adalah 14.975,83 ton," kata Haris.

Dengan harga jual gabah yang menembus angka Rp5.000 per kilogram, Haris yakin petani pasti akan senang dan mendorong semangat mereka untuk terus meningkatkan produksi padinya melalui perbaikan teknologi. "Oleh karena itu, pada kesempatan tersebut petani menyatakan ketidakrelaannya jika pemerintah melakukan import beras yang akan berakibat pada rendahnya harga jual beras petani. Dengan demikian harapan petani kian sejahtera dapat tercapai," pungkasnya.