JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Temu Kunsultatif Perbenihan Tanaman Horti Dan Perkebunan APBN-P 2017

Pertemuan konsultatif perbenihan diadakan di Auditorium BPTP Balitbangtan Sumbar pada hari Jumat 24 Nov 2017. Pertemuan dipimpin langsung oleh Bpk Sekretaris Badan Litbang Dr. M. Prama Yufdy, MSc. Turut memberikan materi pada pertemuan tsb Kapuslitbanghorti Dr Hardiyanto, MSc. Prof Dr Suyamto. Prof. Dr. Made Oka Adyana. Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri Dr. Ir. Hasil Sembiring, Prof. Dr. Irsal Las dan Dr. Sutoro (BBBIOGEN).

Dalam arahannya Bpk Sesba menyampaikan bbrp arahan yaitu :

1. Th 2017 & 2018 adalah tahun perbenihan, 2. Perbenihan tdk hanya sebatas menproduksi benih namun adalah meningkatkan kapasitas KP menjadi Kebun Induk. 3. Tugas BPTP memproduksi benih.

Sedangkan penyaluran dan distribusi akan disalurkan ke Dinas Pertanian berdasarkan CPCL yg dilakukan oleh Dinas. Kapuslithorti menyampaikan beberapa hal terkait dengan pelaksaan kegiatan Perbenihan APBN-P 2017:

  1. Kegiatan harus didokumentasikan dengan baik menggunakan open camera
  2. Benih yg dihasilkan harus berlabel
  3. Optimalkan penggunaan anggaran jangan ada sisa mati.

Prof. Suyamto dalam materinya menyampaikan bbrp hal terkait UPBS dan Perbenihan yaitu :

  1. Perlu reorientasi Tupoksi UK/UPT dalam pelepasan varietas.
  2. Strategi pemuliaan hrs diperbaiki sehingga VUB betul2 mempunyai ciri & keunggulan yg nyata bisa di lihat di lapangan dibanding VUB yg dilepas sebelumnya.
  3. Perlu dikaji dan dihitung nilai tambah akibat penggantian VUB dan itulah yg menjadi tolok ukur keberhasilan UPBS.
  4. UPBS diharapkan berperan penting dalam program. Desa Mandiri Benih.
  5. Harus ada koordinasi dan alur kerja yg saling terkait antara SDG-Pemulia-UPBS.

Prof Made Oka Adyana menyampaikan bhw program perbenihan ini harus dapat memberi kinerja yg nyata dalam meningkat fungsi UPT melalui Revitalisasi KP sehingga KP dapat berperan sebagai marketing agen.

Prof. Hasil Sembiring menyampai bbrp hal terkait dengan perbenihan dan UPBS, yaitu:

  1. Harus ada payung hukum yg dapat membackup Peran UPBS.
  2. Kegiatan UPBS harus dibungkus dengan format Diseminasi
  3. UPS sudah saatnya melakukan kembali Pemetaan Penyebaran Varietas berdasarkan kesesuaian lahan, iklim, elevasi dan preferensi mayarakat dan pasar.
  4. Kegiatan perbenihan betul2 harus menjaga kualitas agar dikemudian hari tidak ada komplain dari stakeholder. Tanaman tahunan baru akan menghasilkan paling cepat 3 th kedepan. Saat itulah kialitas benih yg kita produksi akan terlihat, misalkan tidak berbuah, rasanya masam, buah kecil2 dan sebagainya... Untuk itu para penjab perbenihan betul2 hrs bekerja hati2 agar tidak muncul masalah di kemudian hari.

Prof. Irsal Las menyampaikan  kedepan dalam upaya meningkat kinerja UPBS perlu dibentuk Tim Pakar yg anggotanya bisa dari BPTP atau Balit. (Ismon BPTP Balitbangtan Sumbar).