JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Balitbangtan Sumbar Hadiri Rakor Pemko Solok

Bertempat di Balairung 99 Pemko  Solok, Kamis siang dilaksanakan rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kota Solok 2017 yang dihadiri langsung oleh Walikota selaku Ketua DKP, Wakil Walikota, sekretaris dan anggota DKP Provinsi Sumbar, BPTP, Balitbutrop dan KP Laing, anggota DKP Kota Solok, dan pemuka masyarakat setempat, serta jajaran (OPD) terkait dengan pengembangan kawasan Kota Solok. Tema rakor adalah “Percepatan Pengembangan Nagari Mandiri Pangan dalam rangka Mendukung Agrowisata sesuai Potensi dan Unggulan Kawasan Kota Solok”, dibuka Wakil Walikota dan sekaligus menjadi narasumber utama bersama sekretaris DKP Provinsi/Kepala Dinas Pangan Sumbar.

Wakil Walikota menyebutkan bahwa posisi Sumbar walaupun tidak punya sumberdaya alam berupa bahan tambang, tetapi diuntungkan oleh kekayaan  alam yang indah dibanyak tempat, termasuk salah satunya di Kota Solok, tepatnya di kawasan Payo Kelurahan Tanah Garam. Potensi ini harus dikembangkan guna meningkatkan ekonomi masyarakat, sehingga angka kemiskinan dapat ditekan, kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi meningkat. Salah satu komoditas perkebunan yang cukup terkenal sejak zaman Belanda adalah kopi yang eksis sampai sekarang dan berpeluang sebagai icon agrowisata.

Kadis Pangan/Sekretaris DKP Provinsi menyebutkan bahwa Nagari  Model Mandiri Pangan telah tertuang dalam RJPMD Sumbar dan RKPD kabupaten/kota. Hal ini merupakan payung hukum dan menjadi komitmen bersama dalam membangun dan mengembangkan beberapa kawasan terkait dengan pangan dan agrowisata.

Diakhir rakor, Wako Solok menekankan lagi komitmennya dalam membangun kawasan agrowisata Payo dengan dukungan bersama OPD terkait tingkat Provinsi, dan ingin memposisikan Kota Solok sebagai jantungnya Provinsi Sumatera Barat, dan sekaligus menyatakan kesiapan Kota Solok menjadi bagian tuan rumah Penas XVI tahun 2020.

Acara dilanjutkan dengan kunjungan peserta rakor ke kawasan Payo yang berjarak sekitar 5 km (kondisi jalan hotmix) dari Balairung 99, terlihat bahwa masyarakat setempat sangat antusias dalam menerima kunjungan peserta rakor. Di Kawasan Payo selain view yang menarik, juga terdapat situs “batu patah”, serta mulai berkembangnya budidaya bunga krisan yang diintroduksi Dinas Pangan awal tahun ini.