JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Notice: Undefined property: Joomla\CMS\Categories\CategoryNode::$introtext in /var/vhosts/sumbar/public/plugins/content/extravote/extravote.php on line 190

Tingkat serangan penyakit pada tanaman jagung di Kabupaten Solok Selatan pada musim tanam Januari – April 2017 berkisar 30-40% khususnya di Jorong Durian Tanjak  Nagari Lubuak Gadang Timur Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan,  sehingga produksi jagung semakin   menurun.  Berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kab. Solok Selatan, BPTP Balitbangtan Sumbar sebagai pendamping dalam kegiatan UPSUS padi dan jagung tahun 2017 segera tanggap setelah menerima   laporan dari penyuluh dan petani tentang adanya serangan penyakit pada tanaman jagung dimana serangan penyakit ini terjadi dari masa berbunga  sampai masa berbuah. Peneliti komoditas Jagung Ir. Atman Roja, M.Kom dan LO Kab. Solok Selatan Dr. Dedi Azwardi, MP meninjau langsung ke lapangan bersama Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kab. Solok Selatan, UPTD Kec. Sangir dan Penyuluh yang berada pada lokasi  serangan penyakit. Setelah dilakukan pengamatan dan diskusi dengan petani jagung terlihat adanya pembusukan pada tongkol tanaman jagung. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain dengan menerapkan komponen teknologi secara utuh, sehingga tanaman jagung tidak  mudah terserang penyakit antara lain, dilakukannya pembumbunan tanah, jarak tanam jagung yang tepat, cara pemupukan yang sesuai anjuran dan menggunakan pupuk kandang. Penerapan teknologi yang sesuai anjuran oleh petani sangat dibutuhkan di Kabupaten Solok Selatan yang tingkat produktivitasnya masih rendah dari Kabupaten lain di Sumatera Barat. Pada kesempatan itu juga diadakan pertemuan singkat bersama UPTD dan Penyuluh  Kec. Sangir tentang prospek pengembangan jagung di Kab. Solok Selatan dengan penumbuhan penangkar benih jagung, sehingga petani tidak tergantung lagi kepada benih yang didatangkan dari luar daerah (DA).

 

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat pada tahun 2017 akan mengembangkan Padi Gogo melalui Demfarm teknologi inovasi Larikan Padi Gogo (Larigo) Super di Kabupaten Dharmasraya seluas 20 Ha.. Demfarm akan dilaksanakan di Poktan Ladang Laweh 2 dan Poktan Bina Karya Tani. Kec. Ladang Laweh. Pelaksanaan kegiatan diawali pada hari Selasa 23 Mei 2017 yaitu Sosialisasi serta membuat kesepakatan dg 30 orang anggota  poktan. Kegiatan Demfarm ini sejalan dg program Pemda Kab Dharmasraya untuk mengembangkan padi gogo seluas 10.000 Ha.  Tiga varietas unggul padi gogo hasil Balitbangtan akan digelar dlm kegiatan demfarm seluas 20 Ha. Ketiga varietas tsb adalah Impago 9, 10 & 11. Ketiga varietas ini berumur 120 - 125 hari dg potensi hasil 6 sd 8 t/ha. Demfarm padi gogo di lokasi ini akan menjadi lokasi percontohan di Kabupaten Dharmasraya. Oleh karena itu, tanam perdana akan mengundang Bupati Dharmasraya. Untuk pengembangan ke daerah lain juga dilakukan di Kota Sawahlunto melalui demplot sebanyak 10 lokasi masing-masing 1 Ha. Mengawali pelaksanaan demplot telah dilakukan penanam perdana pada tanggal 22 Mei 2017 berlokasi di Talawi Mudik yg diikuti oleh anggota poktan dan penyuluh se kota Sawahlunto. 

Kegiatan pengembangan Largo Super mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian baik di Kab. Dharmasraya dan juga oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kota Sawahlunto. Dukungan yang diberikan berupa peminjaman  traktor utk pengolahan tanah dan Combine Harvester. Sedangkan alat tanam benih disediakan oleh BPTP Balitbangtan Sumbar.

Tim Upsus SIWAB Balitbangtan Sumbar melakukan koordinasi dan supervisi ke Dinas Pertanian Kab. Solok Selatan pada tanggal 24 Mei 2017. Tim Upsus SIWAB diterma oleh Kadis Pertanian, Kabid Peternakan, Kepala Keswan Muaralabuh dan petugas insiminator. Kadis Pertanian mengharapkan program Upsus Siwab ini bisa sukses di Kab. Solok Selatan ini karena potensi peternakan cukup besar dan ketersediaan pakan ternak berupa limbah tanaman jagung melimpah dan belum termanfaatkan oleh peternak, untuk itu perlu sentuhan inovasi teknologi dari BPTP Balitbangtan Sumbar dalam meramu limbah tanaman jagung ini sebagai pakan ternak pengganti tanaman rumput yang semakin sulit didapat. Hasil diskusi diputuskan untuk segera mengadakan pelatihan singkat bagi peternak, penyuluh lapang dan petugas Keswan. Dalam kunjungan ini Tim Upsus SIWAB antara lain Ir. Harmaini, Rahmi Wahyuni, SPt, Ardiansyah, SPt dan sebagai pendamping LO Kab. Solok Selatan Dr. Dedi Azwardi, MP. Kemudian dilakukan kunjungan lapang ke Kelompok ternak Sami Jaya Jorong Tubo Taratak Tinggi Nagari Luak Kapau Kec. Pauh Duo. (DA)

Program pengembangan kawasan jagung tahun 2017 yang terluas di Kabupaten Pesisir Selatan, terutama terletak di Kecamatan Ranah Pesisir dan Kecamatan Linggo Sari Baganti. Pada program pengembangan kawasan itu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sumatera Barat, melakukan pendampingan dan menerapkan inovasi jagung

Dalam pendampingan itu BPTP Sumbar melakukan pembuatan Demplot (Demonstrasi Plot), seluas 4 ha, untuk percontohan inovasi teknologi, dan pelatihan kepada petani jagung yang ada di daerah itu. Inovasi budidaya tanaman jagung yang dianjurkan adalah, penggunaan varietas unggul baru nasional yang terdiri  Bima 20 Uri dan Nasa 29, Sistem tanam jagung jajar legowo, pemupukan spesifik lokasi, Demikian Dr. Zul Irfan, MS., Ketua Pelaksana Pendampingan Itu mengatakan dalam sosialisasi itu.

Sementara itu Wali Nagari Lagan Hilir Punggasan, Arpen mengatakan, dia yang sekaligus mewakili masyarakatLagan, mengucapkan terimakasih kepada BPTP atas ditetapkannya Nagari Lagan sebagai pelaksana pendampingan dan pemberian inovasi. Dilaksanakannya pendmpingan di Nagari Lagan, akan dapat menambah kepercayaan petani jagung untuk berusaha tanaman jagung yang lebih baik dan lebih menguntungkan, karena teknologi yang digunakan petani adalah teknologi yang telah dianjurkan oleh Badan Litbang Pertanian

Sementara itu Pilisman, salah seorang anggota kelompok tani yan tergabung dalam pendampingan itu mengatakan, dia senang sekali mendapat pembinaan dari BPTP. Dengan pembinaan itu, kegiatan pertanaman dia akan terarah sesuai demgan teknologi anjuran.

Sosialisasi pendampingan pengembangan kawasan Jagung di daerah Pesisir Selatan itu dilaksanakan di lahan petani Nagari Lagan Hilir Punggasan. Hadir pada sosialisasi itu sebanyak 75 orang yang terdiri dari Petani dan pengurus Kelompok tani se Kecamatan Lagan Hilir Punggasan 60, Penyuluh Pertanian Lapangan 17 Orang, Wali Nagari Lagan Hilir Punggasan dan Kepala UPTD Kecamatn Linggo Sari Baganti. (A.Syufri/Tim).

Benih padi yang ditanam adalah benih yang muda berumur 14-17 hari setelah semai (SSM), jangan yang lebih tua, karena benih yang muda yang berkembang lebih baik, sama dengan manusia, yang lebih muda yang lebih mudah punya anak, demikian antara lain, informasi  yang disampaikan, Atman Roja, peneliti BPTP Balibangtan Sumbar, pada acara     Sosialisasi Jarwo Super Spesifik Lokasi pada Padi Sawah di Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, baru baru ini.

Dalam kesempatan tsb , Atman Roja menjelaskan teknologi jarwo super dan berharap para petani dapat memahami dan bekerjasama dalam menerapkannya di lapangan. Pelaksana kajian Jarwo Super Spesifik Lokasi pada Padi Sawah di nagari Gurun Kecamatan  Sungai Tarab, kabupaten Tanah datar adalah poktan Sawah Limbuah, dengan ketua Afriandi. Kepala UPTD BPP/BPK , Yulfaizal menyatakan bahwa poktan Sawah Limbuah yang beranggota 25 orang hendaknya betul-betul paham dan mau melaksanakan teknologi jarwo super. Yulfaizal juga menyampaikan terima kasih karena BPTP Sumbar telah memilih lokasi binaannya. Acara sosilasasi diakhiri dengan diskusi dan membahas  beberapa pertanyaan dari peserta sosialisasi. (Ellya Rosa)