Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
phsl
Info Pasar
Ulat Bulu
Kalender Tanam
Hasil Lipi
Bank Padi
Sinar Tani
E-Produk
Layanan Online Alsin
Temu Lapang Penerapan Inovasi Teknologi Usahatani Kakao Menunjang Program Gernas Kakao Di Sumatera Barat PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 18 Januari 2013 15:43

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat tani. Tahun 2011 luas areal kebun kakao Indonesia mencapai 1.777.000 ha dengan total produksi 937.920 ton. Pemerintah Sumatera Barat (Sumbar) mengembangkan kakao secara besar-besaran dan bertekad  menjadikan Provinsi Sumbar sebagai sentra produksi kakao di Kawasan Indonesia Barat, hal ini telah dicanangkan oleh Wakil Presiden RI pada tahun 2006 di Kabupaten Padang Pariaman.

Perkembangan tanaman kakao di Sumbar selama 5 tahun terakhir mulai tahun 2007 s/d 2011 berturut - turut  44.777 ha, 59.610 ha, 81.947 ha, 98.706 ha  dan 114.707 ha. Direncanakan akan berkembang menjadi 200.000 ha pada tahun 2015.

Beberapa terobosan  telah dilakukan untuk mengakselerasi program pengembangan tersebut, salah satu di antaranya adalah pelaksanaan pembangunan Nagari Model Kakao (NMK).  Nagari Belimbing di Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu nagari model kakao di Sumbar yang dicanangkan oleh Gubernur Sumbar pada tahun 2010 lalu. Sampai saat ini tingkat produktivitas kakao petani di nagari ini masih rendah (sekitar 500-700 kg/ha).  Hal ini disebabkan oleh teknik budidaya  tanaman yang masih rendah  seperti pemupukan, pemangkasan, sanitasi, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Jenis hama dan penyakit utama yang sering menyerang tanaman kakao antara lain: (a) hama pengerek buah kakao (PBK); (b) kepik pengisap buah kakao (Helopeltis antonii Sign); dan (c) penyakit busuk buah (Phytophthora palmivora).

Untuk mengatasi kendala yang dihadapi petani kakao, pemerintah pusat mengucurkan program yang dikenal dengan Gerakan Nasional (GERNAS) Kakao. GERNAS kakao  difokuskan pada perbaikan budidaya, perluasan areal tanam dan peremajaan. BPTP Sumatera Barat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melaksanakan kegiatan Penerapan Inovasi Teknologi Usahatani Kakao Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Mutu Hasil Menunjang Program GERNAS di Nagari Balimbing Kabupaten Tanah Datar.

Kegiatan ini disambut baik dan diapresiasi oleh pihak Pemda Tanah Datar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Ir. Edi Arman) dalam acara temu lapang yang dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2013 dihadiri oleh SKPD terkait, perangkat nagari dan jorong, ninik mamak, pemuka masyarakat, dan kelompok tani dari 7 kecamatan di Kabupaten Tanah Datar. Dalam membudidayakan disamping agar serangan OPT  jangan menjadi masalah utama bagi petani dalam mengelola tanaman kakaonya diharapkan petani mau bekerja keras meningkatkan produksi dan mutu kakao yang dihasilkannya. Dukungan pemda terhadap kegiatan ini terlihat dengan disiapkan tenaga PPL dan petugas OPT yang menangani kakao di tiap nagari yang memiliki potensi komoditas kakao. Kegiatan ini selalu dimonitoring dan dievaluasi serta dalam rangka pengawalan inovasi teknologinya bekerjasama dengan BPTP Sumbar, tegas Edi Arman.

Kepala BPTP Sumbar Dr. Ir. Hardiyanto, MSc, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Kegiatan ini diawali dengan sinkronisasi dan koordinasi dengan Pemda Provinsi dan Kabupaten. Dalam rangka mempercepat penerapan/adopsi inovasi oleh petani dilakukan diseminasi inovasi teknologi budidaya dan pasca panen kakao, penyebaran media cetak, perpustakaan mini kakao di kantor Wali Nagari, pelaksanaan demplot yang diiringi dengan Sekolah Lapang (SL).  Inovasi teknologi budidaya telah mulai diterapkan oleh petani peserta tetapi dalam hal fermentasi biji kakao, petani kurang termotivasi melakukannya karena umumnya pedagang tidak membedakan harga fermentasi biji kakao dan non fermentasi sehingga diperlukan intervensi kebijakan dari pemerintah. Lebih lanjut kepala BPTP Sumbar  menyampaikan kesiapan untuk bersinergi dengan semua pihak untuk menyukseskan dan mendukung GERNAS Kakao di Sumatera Barat.

Penanggung jawab kegiatan Ir. Azwir K, MSi menjelaskan bahwa kegiatan yang telah dilakukan selama 2 tahun sudah memberikan perubahan perilaku petani pada lahan petani peserta maupun petani sekitarnya, serangan hama dan penyakit utama seperti (a) hama pengerek buah kakao (PBK); (b) kepik pengisap buah kakao (Helopeltis antonii Sign); dan (c) penyakit busuk buah (Phytophthora palmivora) telah berkurang, munculnya bunga baru dan produksi mulai meningkat. Oleh karena itu inovasi teknologi yang sudah diberikan ini seperti pemupukan, pemangkasan, pengendalian hama penyakit utama, sanitasi lahan dengan pembuatan rorak, integrasi sapi – kakao, serta fermentasi biji kakao harus dilakukan secara kontinyu dan disebarkan kepada petani lainnya agar dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, ujar Azwir.

Najim, petani kooperator dari kelompok tani Mandahsari Nagari Belimbing mengakui dengan dilakukannya inovasi teknologi yang diberikan terbukti meningkatkan hasil 2 kali lipat. Selain itu serangan hama dan penyakit semakin berkurang dengan pemanfaatan semut hitam sebagai musuh alaminya. Keuntungan lain yang menarik dengan diperkenalkannya integrasi sapi – kakao adalah pemanfaatan limbah kulit kakao untuk pakan ternak dan kotoran sapi bisa dijadikan kompos dan menjadi pupuk organik bagi tanaman kakao. (milah & tim GERNAS kakao BPTP Sumbar).

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com